Anak Bos Nelayan Di Tope Jawa Diduga  Terima Bantuan Bedah Rumah???

Takalar, mitraindonesianews.com — Pelaksanaan program BSPS di desa Topejawa mulai mendapat sorotan. Hal ini setelah kabar jika penerima bantuan BSPS atau bedah rumah tahun 2020 tidak diverifikasi berdasarkan aturan yang ada.

Bahkan salah satu penerima bantuan bernama Faksi Sukri Tata dg.Tompo diduga merupakan anak salah satu bos nelayan di daerah itu. Rumah yang ditetapkan sebagai bagian dari rumah yang akan di bedah merupakan rumah yang tak pernah dihuni oleh Dg. Tompo.

Penetapan rumah tersebut diduga melanggar peraturan menteri PUPR tahun 2018 tentang bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) untuk memperbaiki rumah yang dihuni tapi tidak layak huni dan menyasar masyarakat berpendapatan rendah.

Fasilitator BSPS desa Tope Jawa, Aswan yang dikonfirmasi (02/07/2020) membenarkan jika rumah yang tidak dihuni tidak dapat mendapatkan bantuan bedah rumah.

” Kalau rumah yang tidak dihuni ye’ tidak bisa dapat pak…” Jelas Aswan via telepon saat dikonfirmasi media mitraindonesianews.com.

Selain tidak dihuni, rumah tersebut juga diduga kuat tidak layak dari sisi fisik. Hal ini yang menguatkan dugaan adanya pelanggaran fatal serta unsur kepentingan didalam menentukan penerima bantuan BSPS tahun 2020.(*)