Terkait Dugaan Korupsi Alat Peraga Iman Dan Takwa ( Imtag).Ketum LSP3M Indonesia Akan Melayankan Surat Laporan Kemabes Polri,KPK

 

Gowa,mitraindonesianews.com – Ketua Umum LSP3M Gempar Indonesia Sulawesi Selatan hari Senin depan akan melayangkan surat Laporan kepada Mabes polri,KPK dan Kejagung Republik Indonesia, terkait kasus Dugaan Korupsi Alat Peraga Imtaq di Kabupaten Gowa, menurut Amiruddin, bahwa kasus ini mulai ditangani oleh polda sejak bulan Februari 2019, dilakukan Penggeledahan tanggal 14 Mei 2019 di beberapa SKPD kabupaten Gowa, salah satu rumah Kontraktor dan penggeledahan sampai kerumah Jabatan Bupati Gowa dan pihak polisi yang melakukan Penggeledahan tersebut menyita beberapa barang bukti dari rumah Kontraktor ternama di Kabupaten Gowa.

Ironisnya barang bukti yang disita itu terpublikasi adanya Rupiah dan beberapa dokumen lainnya disita dirumah jabatan Bupati Gowa, entah apakah masih disimpan oleh penyidik atau bagaimana? Karena kasus ini sudah berjalan 17 bulan lamanya ditangani oleh penyidik Polda sampai saat ini tidak jelas, apakah polisi sudah mengeluarkan SP3 atau bagaimana? tetapi menurut Kabid Humas Polda Sulsel waktu itu sudah mengantongi nama nama tersangka kasus Imtaq tersebut.

Amiruddin ketua Umum LSP3M Gempar Indonesia Sulawesi Selatan mengakui saat ditemui oleh awak media, dirinya akan melaporkan kasus ini ke Mabes Polri, kasus ini harus jelas, jangan polisi hanya melakukan penggeledahan saja tanpa tidak jelas arah penegakan hukumnya, ini semua terkesan ada kejanggalan dan diduga ada mafia hukum yang berusaha mengaburkan kasus Imtaq ini yang dapat merugikan negara.

Dan Amiruddin menjelaskan lagi bahwa ada batasan batasan waktu Penanganan kasus yang sudah ditentukan oleh Undang Undang dan kasus ini kalau dihentikan harus punya dasar jangan terkesan polisi melanggar kode etik dan profesi yang bertentangan dengan peraturan Kepolisian Republik Indonesia Nomor 14 tahun 2011 tutup Amiruddin.( spr)