Kajari Takalar Memilih Kecamatan Kepulauan Tanakeke Menjadi Kecamatan Binaan, Ini Ke Istimewaannya

Takalar, mitraindonesianews.com- Pada Hari Bhakti Adhyaksa Ke-60 Tahun yang bertepatan pada tanggal 22-07-2020 menjadi sebuah hal yang berbeda dari perayaan sebelumnya. Dimana dalam memperingati Hari Bhakti Adhyaksa kali ini, Kepala kejakasaan negeri Takalar Safril SH, M.Hum menandatangi Memorandum Of Understanding (MoU) bersama Kepala Kecamatan Kepulauan Tanakeke H. Bostan Tika, S.Sos., MM. Terkait Pencanangan kecamatan Kepulauan Tanakeke sebagai kecamatan Binaan Kejaksaan negeri Takalar.

Penandatanganan MoU tersebut, disaksikan langsung oleh Wakil Bupati Takalar H. Achmad Dg Se’re, Anggota Forkopimda Takalar, Camat, para kepala desa Se kecamatan Kepulauan Tanakeke. Yang Bertempat dihalaman kantor Kejari Takalar, Kecamatan Pattallassang Kab. Takalar. Rabu (22/7/2020).

Kepala Kejaksaan Negeri Takalar Safril SH, M.Hum mengungkapkan bahwa sebenarnya, sesungguhnya kabupaten Takalar, kita berperan aktif mendorong pembebasan lahan di Pammukulu menjadi Waduk Pammukulu itu di Polongbangkeng Utara, kita juga berperan aktif mendorong kawasan industri di kecamatan Mangngarabombang.

” Kenapa hanya Tanakeke yang dilakukan pencanangan sebagai kecamatan Binaan Kejaksaan negeri Takalar. Sebenarnya Bukan Cuman Tanakeke, tetapi semuanya Kecamatan yang ada dikabupaten Takalar. Hanya saja, kecamatan kepulauan Tanakeke ini memiliki sedikit keistimewaan. Istimewanya jauh dari daratan, sehingga kalau ada orang yang mau berkunjung ke Tanakeke, mereka berfikir Karena arus dan ombak serta kita menggunakan perahu untuk menyeberang,” ungkap Safril.

Lanjut dikatakan Safril, seandainya Tanakeke ini bisa dikelola dengan baik, dengan cara Pemerintah membangun Dermaga, tentu akan lebih Bagus. Sebab, kapal besar bisa berlayar kepulau Tanakeke. Selain itu, tidak semua Pulau memiliki Air Tawar makanya Kepulauan Tanakeke sedikit lebih istimewa.

Safril pun menyampaikan bahwa kegiatan kunjungannya ke kepulauan Tanakeke itu sudah Kedua kalinya. Sebenarnya, Bukan untuk ke Sekolah. Tetapi, ada satu program yang memang kita bawa kepulau Tanakeke dari sebuah lembaga yang mempunyai seperti CSR.

” Supaya teman-teman lembaga tersebut itu mengetahui seperti apa Tanakeke itu, makanya kita ajak bersama Pak camat ke Tanakeke, apakah Programnya bisa ndak Program mereka diterapkan ditanakeke”, Jelasnya. (*)