KAM Gelar Aksi Unjuk Rasa Di Mapolda Sulsel Terkait Dugaan Kasus Korupsi PUGAR Dinas Perikanan Dan Kelautan Takalar

[responsivevoice_button voice="Indonesian Female" buttontext="Bacakan "] [responsivevoice_button voice="#" buttontext="Stop"]

Makassar, mitraindonesianews.com- Terkait dengan bergulirnya kasus dugaan korupsi Pengembangan Usaha Garam Rakyat (PUGAR) Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Takalar, dengan anggaran sebesar 1,9 miliyar rupiah yang diketahui sebagai penerima asas manfaat yakni Koperasi Anugerah Bahari Sejahtera (ABS) yang terkesan diam dan mandek di Polda Sulsel, kini kembali memasuki babak baru dengan adanya desakan aktivis terhadap Kapolda Sulsel agar dapat menuntaskan Kasus PUGAR Takalar Tahun 2018 dan meminta Kapolda Sulsel jangan tebang pilih dalam penanganan kasus yang telah lama bergulir dan ditangani oleh Ditreskrimsus Polda Sulsel.

Aksi unjuk rasa di Mapolda Sulsel, Rabu (05/08/2020), Rais selaku jenderal lapangan Koalisi Aktivis Makassar (KAM) dalam orasinya, “Terkait Dugaan korupsi yang ada di Kabupaten Takalar pada proyek pekerjaan Pengembangan Usaha Garam Rakyat (PUGAR) Dinas Perikanan dan Kelautan Takalar dengan anggaran sebesar 1,9 Miliyar Rupiah yang diketahui asas manfaatnya diterima oleh Koperasi Anugerah Bahari Sejahtera, maka kami dari Koalisi Aktivis Makassar (KAM) mendesak Kapolda Sulsel agar segera menuntaskan kasus PUGAR sampai ada yang ditersangkakan, selain itu kami meminta Kapolda Sulsel jangan tebang pilih kasus”, tegas Rais.

Lanjut dalam orasinya, “Kami harap tidak terjadi kongkalikong terkait penanganan kasus yang telah berani melawan hukum, tentunya kami tidak akan berhenti sampai ada yang ditersangkakan”, teriak Rais.

Untuk Diketahui, KAM (Koalisi Aktivis Makassar) yang diterima dan disambut oleh pihak Polda Sulsel, menyertakan berkas hasil temuan sebagai bahan laporan resmi kasus PUGAR Takalar dengan anggaran 1,9 Miliyar yang diduga keras ada kejanggalan fatal dan termasuk ranah korupsi.

(*)