Satu Buah Perahu Milik Warga Dusun Karama Galut “Songkeng Daeng Laja” Hancur di Hantam Ombak Dan Angin Kencang

kondisi perahu yang hancur
[responsivevoice_button voice="Indonesian Female" buttontext="Bacakan "] [responsivevoice_button voice="#" buttontext="Stop"]

MITRAINDONESIANews, Takalar – Satu buah perahu milik warga Dusun Karama Desa Aen Batu-Batu Galesong Utara, Daeng Laja tak dapat lagi di pakai akibat rusak berat dan hancur di hantam ombak saat hujan dan angin kencang menerpa Dusun Karama pada pukul 01.30 dini hari, Kamis (3/9/2020).

Perahu milik Daeng Laja pada saat Hujan dan angin kencang menerpa Dusun Karama. perahu miliknya berada di pesisir pantai bersama puluhan perahu nelayan yang siap untuk menangkap ikan.

Daeng Laja saat di konfirmasi oleh tim media Mitraindonesianews.com mengungkapkan kronologis kejadian nya dan mengatakan pada sekitar pukul 03.00 dini hari saat para nelayan ingin berangkat untuk menangkap ikan di laut tiba-tiba beberapa nelayan kaget melihat perahu mereka sudah tidak ada di posisi masing-masing, ada yang terbalik bahkan hancur di hantam ombak.

“Kami baru mengetahui kejadian tersebut setelah salah satu nelayan Subair Dg Nai yang datang kerumah dan membangunkan kalau perahu milik saya terkena ombak dan angin. sontak saya kaget dan berkemas menuju tempat dimana saya menyimpan perahu, namun setibanya di lokasi perahu saya sudah di bawa laut dan hancur sedangkan perahu lainnya hancur dan sebagian sudah tidak ada lagi di posisi”, Ungkapnya.

salah satu warga melihat kondisi perahu nya yang hancur

“Kami berharap kepada Pemerintah Desa dan Pemerintah Kabupaten dan juga dinas terkait agar dapat melihat dan turun langsung melihat keadaan perahu kami, kami juga meminta kepada Dinas Perikanan Kabupaten Takalar agar bisa memberikan bantuan dan mengganti perahu kami, apa lagi pak dusun juga sudah datang untuk melihat dan mengambil gambar perahu kami, agar kami bisa kembali mencari nafkah di laut seperti biasa, apa lagi kami punya keluarga dan anak-anak yang harus kami hidupi” tutup Laja.

Setelah berita ini di terbitkan belum ada konfirmasi dari pihak pemerintah Desa dan dinas terkait.

Reporter: Spr/Suleha
Editor: Andika