Gugatan Pembagian Warisan Diduga Direkayasa oleh Kuasa Penggugat.

Gugatan Pembagian Warisan Diduga Direkayasa oleh Kuasa Penggugat.
[responsivevoice_button voice="Indonesian Female" buttontext="Bacakan "] [responsivevoice_button voice="#" buttontext="Stop"]

MITRAINDONESIANews, Takalar – Pengadilan Agama Takalar mengeluarkan Keputusan Pembagian warisan Nomor 27/Pdt.G/1998/PA.TKL, Menurut Amiruddin SH.Kr.Tinggi Ketua Umum LSP3M Gempar Indonesia Sulawesi Selatan bahwa keputusan pembagian warisan cacat Yuridis dikarenakan ada Penggugat yang ditempatkan sebagai Penggugat ke 3 yakni Muna Binti Ma’bau alias Maemuna Dg.Labbi Binti Ma’bau yang menurutnya tidak pernah mengajukan Gugatan di Pengadilan Agama Takalar, tidak pernah memberikan Kuasa khusus atau Kuasa apa saja Kepada Hj Nurdiana Dg.Bau Binti Nahaming Dg Bella dan atau kepada siapapun untuk menggugat harta warisan Almarhum Sossong, dimana dalam Putusan Pengadilan Agama Takalar tersebut tercantum Nama Penggugat mulai Penggugat 1, 2 dan Penggugat 3 Muna Binti Ma’bau seakan akan menguasakan Kepada Kuasa Khusus yang tercantum dalam putusan tersebut, menggugat: Rahman Bin Ma’bau, Baso Bin Ma’bau, Yolle Binti Ma’bau, Karim Bin Ma’bau, Mustari Bin Ma’bau dan Bahtiar Bin Ma’bau.

Muna Binti Ma’bau Alias Maemuna Dg.Labbi Binti Ma’bau menemui Ketua Umum LSP3M Gempar Indonesia Sulawesi Selatan untuk meminta Perlindungan hukum atas ditempatkan nya sebagai Penggugat ke tiga dalam Putusan Pembagian Harta warisan Almarhum Sossong, menurut nya Hj.Nurdiana Dg.Bau membuat surat Kuasa Palsu dan memalsukan tanda tangan Muna Binti Ma’bau alias Maemuna Dg Labbi Binti Ma’bau.

Amiruddin SH menjelaskan saat ditemui oleh awak media menjelaskan, bahwa Kedatangan Muna Binti Ma’bau alias Maemuna Dg Labbi Binti Ma’bau dan membicarakan kronologi kejadian dalam Putusan Pembagian warisan Almarhum Sossong, Pengadilan Agama Takalar tahun 1998 itu cacat hukum karena Penggugat ke tiga tidak Pernah merasa menggugat atau memberi Kuasa Khusus Kepada siapa saja,dan menurut Amiruddin Mana Binti Ma’bau meminta perlindungan hukum, oleh karena itu kami selaku Ketua Umum LSP3M Gempar Indonesia Sulawesi Selatan sebagai Kontrol Sosial Pelayanan Pengaduan Pemerhati Masyarakat Di Sulawesi Selatan menyurat kepada bapak Kapolda Sulsel dengan Perihal Laporan/mohon perlindungan hukum atas nama Muna Binti Ma’bau atas adanya dugaan Pemalsuan Surat Kuasa dan Rekayasa Gugatan sehingga Pengadilan Agama Takalar mengeluarkan Keputusan Pembagian warisan Harta warisan Almarhum Sossong dimana Harta warisan Almarhum Sossong sudah dibagi budel dan ada kepada anaknya sebanyak 3 orang yakni Penggugat 1,2 dan ayah Kandung Penggugat 3 Muna Binti Ma’bau, Almarhum Ma’bau bin Sosong,

Ditambahkan lagi oleh Amiruddin SH Kr.Tinggi bahwa Muna Binti Ma’bau ketahui bahwa dirinya adalah selaku penggugat dan ditempatkan sebagai Penggugat ke 3 dan Kuasanya Hj.Nurdiana Dg Bau Binti Nahaming Dg Bella setelah Mendapatkan salinan Putusan dari Pengadilan Agama Takalar pada tanggal 13 Agustus 2020.

Dijelaskan lagi oleh Kr.Tinggi bahwa tergugat adalah anak-anak dari Almarhum Ma’bau bin Sossong dan Penggugat 3 Muna Binti Ma’bau menggugat saudara kandung sendiri tetapi, dalam putusan tidak tercantum nama Istri Ma’bau sebagai Ahli waris pertama pada hal Istri Almarhum Ma’bau masih hidup sampai sekarang.

Dan Amiruddin SH yang dikenal vokal ini heran atas putusan tersebut dan tersenyum sinis bagaimana pihak Panitera Pengadilan Agama Takalar yang bertugas waktu itu tahun 1998 dan kenapa Penerima Kuasa Insidentil Hj.Nurdiana Dg Bau Binti Nahaming Dg Bella tidak memberitahu Muna Binti Ma’bau bahwa ditempatkan sebagai Penggugat 3 dan kenapa majelis Hakim yang menyidangkan Perkara Perdata Pembagian Harta warisan Sosong tidak bertanya baik baik kepada penggugat yang tercantum namanya dalam Gugatan tersebut.

Dan ditambahkan lagi oleh Ketua Umum LSP3M Gempar Indonesia Sulawesi Selatan yang gemar memakai topi dan Kacamata ini, bahwa keputusan Pengadilan Agama Takalar dimohonkan oleh Para Tergugat Rahman Dg Tiro bin Ma’bau karena tanah milik Ma’bau dijual oleh Penggugat 1 ,2 dan dikuasakan lagi oleh Hj.Nurdiana Dg Bau Binti Nahaming Dg Bella untuk menjual dengan dasar putusan Pengadilan Agama Takalar tersebut, tetapi tanah milik Almarhum Ma’bau tersebut tetap dikuasai oleh anak-anak Almarhum Ma’bau bin Sossong sehingga yang membeli Tanah tersebut melaporkan anak-anak Almarhum Ma’bau bin Sossong diproses di Polres Takalar, Amiruddin SH Kr.Tinggi mengatakan dengan suara sedikit terdengar sambil tersenyum, Pengadilan bagaimana Yaa? Dimana keadilan bisa didapatkan?. dimana orang kecil mencari keadilan?. Harapannya Amiruddin Kr.Tinggi Polres Takalar atas adanya laporan/permohonan perlindungan hukum Muna Binti Ma’bau kepolda dan tembusannya kepolres Takalar maka yakin akan menindak tegas Hj.Nurdiana Dg.Bau Binti Nahaming Dg Bella atas dugaan merekayasa gugatan dan diduga membuat surat kuasa palsu dan tanda tangan Palsu milik Penggugat 3 (tiga) Muna Binti Ma’bau tutup Amiruddin.(*)

Editor: Andika