Bank Mandiri Hilangkan Sertifikat, Nasabah Adukan ke LKBH Makassar

Bank Mandiri Hilangkan Sertifikat, Nasabah Adukan ke LKBH Makassar
[responsivevoice_button voice="Indonesian Female" buttontext="Bacakan "] [responsivevoice_button voice="#" buttontext="Stop"]

MITRAINDONESIANews, Makassar – Nasib nahas sungguh menimpa Haji A (disamarkan) karena mengagunkan sertifikat miliknya di Bank Mandiri sebagai syarat pengajuan kredit, tapi begitu di lunasi sertifikatnya justru dinyatakan hilang.

Berawal di 2015 tepatnya di tanggal 8 Juni, pak Haji A mendapat persetujuan kredit dengan nilai Rp. 100.000.000 dengan agunan 2 sertifikat yakni sertifikat 04499, Paccinongang, Gowa dan sertifikat 04485, Paccinongan, Gowa dengan berita acara serah terima agunan Nomor : MBC.UMU.MBD.TDP/179/KUM/2015.A00 yang ditandatangani oleh Debitur Haji A beserta istri dan pihak Bank Mandiri, Micro Mandiri Manager, MBU Makassar Toddopuli, Intan Rakhmannisa tertanggal Makassar 08/07/2015.

Namun begitu kredit dilunasi di 2018, sertifikat 04499, Paccinongang, Gowa yang diminta dikembalikan Haji A ternyata dinyatakan hilang, bahkan pihak bank Mandiri menyatakan sertifikat itu hilang di tangan notaris rekanan bank Mandiri.

“Saya juga kaget, ketika Mandiri menyatakan sertifikat itu hilang, padahal saya langsung lunasi saat itu juga di 2018, sampai tahun 2020 tidak ada pertanggungjawaban atau ganti kerugian yang dilakukan Bank Mandiri dan notaris,” ungkap Haji A di kantor LKBH Makassar, Minggu, 6/9/2020.

Karena merasa tak ada penyelesaian, Haji A mengadu ke LKBH Makassar (Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Makassar). “Kami sudah menerima aduan bapak A, selanjutnya kami akan mencoba dulu jalur secara kekeluargaan ke Bank Mandiri, jika jalur itu tidak ada solusi baru kami akan laporkan ke polisi dan gugat ke Pengadilan Negeri Makassar,” ungkap Muhammad Sirul Haq Direktur LKBH Makassar saat mendampingi Haji A.

Tambah Muhammad Sirul Haq, “kami akan tangani hal ini secara serius, masak Bank Mandiri yang merupakan bank BUMN memiliki kinerja yang kurang profesional begitu, hal ini akan jadi catatan buruk buat nasabah lainnya agar berhati-hati mempercayakan bank atas agunan sertifikat.”