Mobil Truk Pengangkut Tebu Pabrik Gula Berserahkan Dijalan, PPNS Lalin Dishub Takalar: Itu Melanggar Itu

Mobil Truk Pengangkut Tebu Pabrik Gula Berserahkan Dijalan, PPNS Lalin Dishub Takalar : Itu Melanggar itu
[responsivevoice_button voice="Indonesian Female" buttontext="Bacakan "] [responsivevoice_button voice="#" buttontext="Stop"]

MITRAINDONESIANews, Takalar – Seperti yang diberitakan media ini sebelumnya bahwa Mobil Truk Pengangkut Tebu untuk Pabrik Gula Takalar terkesan diabaikan oleh pihak petugas Dinas Perhubungan dan lalu lintas di takalar.

Pasalnya, mobil Truk Pengangkut Tebu di takalar meski kelebihan muatan bebas berlalu lalang dijalan poros Takalar.

Dinas Perhubungan Kabupaten Takalar melalui Kepala Bidang Penegakan Lalin Agusalim yang didampingi Staf PPNS Basri saat ditemui awak media ini di ruang kerjanya mengaku sudah menyampaikan kepada pabrik Gula Takalar.

“Dua Minggu yang lalu kami sudah Datangi pihak pabrik Gula Takalar untuk disampaikan kepemilik Mobil Truk Pengangkut Tebu agar tertib dan tidak melanggar aturan jalan sebelum kami tindak lanjuti.” Ungkap Basri yang didampingi Kabid Lalin Dishub kab. Takalar. Senin (07/9/2020).

Lanjut dikatakan Basri, kami akan tak segan-segan menahan mobil Truk angkutan tebu yang muatannya melanggar atau melebihi kapasitas hingga menggangu dan membahayakan pengguna jalan.

Saat ditanya mengenai muatan yang bersisi tebu berserakan dijalan apakah itu melanggar atau tidak.

Basri menjawab, “itu Melanggar itu”, bahkan kata dia, sudah menyampaikan hal tersebut kepihak Pabrik Gula Takalar.

“Kalau diabaikan tegurannya kita akan tahan mobilnya. Jangka waktunya kita kasih satu Minggu,” jelas Basri selaku staf Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Dishub Kabupaten Takalar.

Ditempat terpisah, Kepala Bagian UPT Uji Kelayakan Kendaraan Motor, Asnawi didampingi Rahman, bahwa terkait izin kapasitas muatan itu provinsi yang tangani, kami hanya menguji berapa standar ukuran muatan Truk mulai dari volume ketinggian muatannya.

“Kalau mobil truk, ketinggian angkutan dari dasar bawa mobil 4 meter+ 20 cm keatas.” Ucap Rahman yang di iyakan Asnawi.

Sementara itu, Secara terpisah, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Badan Anti Korupsi Indonesia (Lsm- Bakin) Kabupaten Takalar, Nursalam saat diminta tanggapannya mengatakan bahwa pihak BAKIN telah menduga adanya pembiaran secara sengaja oleh Dinas Perhubungan Takalar dengan pihak Pabrik Gula Takalar. Mengingat mobil Truk Pengangkut Tebu ini bukan baru beroperasi tetapi sudah hampir tiga bulan. Sementara baru kemarin diberikan peringatan atau teguran.

“Jadi pertanyaannya, kenapa pada saat disoroti baru ditegur. Bilangnya juga melanggar kan? Inikan seakan-akan Dinas Perhubungan seperti tutup mata dan tak mau pusing. Jelas kami menduga bahwa ada permainan antar Dishub Takalar dengan Pabrik Gula…” Ujar Salam.

Lanjut salam Sapaan Akrabnya, dirinya berharap kepada pihak dinas Perhubungan Kabupaten Takalar, utamanya bidang penindakan lalu lintas agar bisa bekerja dengan profesional. jika mobil angkutan yang dianggap melanggar aturan jalan dan sampai membahayakan pengguna jalan lainnya agar bisa menindak tegas. Jangan sampai sudah ada korban baru bertindak.

Sementara itu, Pihak Pabrik Gula Takalar Andi Asdar yang dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp mengenai Izin operasi Mobil Truk Pengangkut Tebu, apakah sudah mengantongi izin dari pihak Dinas perhubungan, hanya membaca tanpa menjawab pertanyaan dari awak media ini, Rabu (9/9/2020).

Lanjut, disinggung mengenai tebu yang berserahkan dijalan, Asdar menjawab ” iyye kalo tebu yang jatuh, sudah kami sampaikan ke kontraktor pengangkut untuk mengikat muatan tebunya. dan tali pengikat tersebut sudah disiapkan pak,” ujar Asdar.

Dia menambahkan, “iyye sudah lama pak, karena kami juga tidak mau ada tebu yang terjatuh. makanya kami sampaikan lagi ke teman-teman di lapangan supaya memantau pemasangan tali oleh sopir-sopir.” ujar Asdar melalui pesan WhatsApp, Rabu (9/9/2020).