Kondisi Bendungan Tommo Di Sorot Warga

Kondisi bendungan tommo
[responsivevoice_button voice="Indonesian Female" buttontext="Bacakan "] [responsivevoice_button voice="#" buttontext="Stop"]

MITRAINDONESIANews, Mamuju – Bendung Tommo berlokasi di Desa Campaloga, Kecamatan Tommo, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, yang telah di kerjakan sejak tahun 2009 sampai sekarang belum bisa di nikmati oleh petani persawahan menurut warga sekitar.

Yang telah di rencanakan untuk mengairi 2.500 hektar persawahan yang membentang sepanjang Kecamatan Tommo dan Pangale.

Nama proyek: Pembangunan Irigasi Tommo,
Lokasi : Tommo, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat.
Pelaksana dan pengelola : Departemen pekerjaan umum Direktorat Jendral Sumber Daya Air (SDA) balai besar wilayah sungai Pompengan Jeneberang Provinsi Sulawesi Barat, dengan perusahaan masing-masing PT. Wijaya Karya dan PT. Duta Graha Indah.

kondisi di lokasi

Namun kenyataan nya pembangunan Irigasi Tommo yang awalnya ditargetkan selesai pada Mei 2012 Kemarin sampai tahun 2020 masyarakat belum mendapatkan manfaat dari adanya bendungan tersebut.

Menurut pengakuan Saeful selaku kepala desa buana sakti, Kecamatan Tommo, Kabupaten Mamuju mengatakan kepada awak media ini di kediamanya, senin (07/09/2020) lebih tepatnya sekitar pukul 16.44 waktu setempat.

“Saya selaku kepala Desa Buana Sakti yang mewakili seluruh warga sekitar, di karenakan seringkali di datangi warga untuk mempertanyakan kapan Irigasi Tommo bisa di nikmati oleh masyarakat khususnya petani sawah. padahal rencananya bisa mengairi sekitar 2.500 hektar persawahan. “akan tetapi sampai sekarang sudah tahun 2020 belum bisa di buktikan ke masyarakat, dan masyarakat selalu gagal panen di karenakan hanya mengharapkan curah air hujan untuk mengairi sawahnya. Belum di panen padinya datang lagi kemarau, masyarakat mencoba lagi tanam jagung belum lagi di panen datang lagi banjir karena musim hujan lagi.” Ucap Saeful.

kondisi saluran irigasi yang ada

Padahal, Bendungan Tommo di bangun untuk menjadi sumber pengairan lahan pertanian sawah di Kabupaten Mamuju dengan tujuan meningkatkan hasil produksi petani. Dengan harapan dari pemerintah, agar lahan pertanian yang selama ini tidak memiliki sarana irigasi teknis dan yang selalu kesulitan sumber air agar dapat memiliki sarana irigasi yang baik, sehingga dapat memacu produktivitas pertanian di daerah ini.

Namun, keinginan tidak selalu sesuai dengan apa yang menjadi harapan. sesuai dengan fakta hasilnya malah bertolak belakang menurut masyarakat sekitar.

Di katakanya lagi yah, tidak usah di tutup-tutupi faktanya memang begitu karena kami sendiri yang mengalami, jadi tolong di mediakan agar pemerintah bisa mengetahui apa yang di alami masyarakat sekarang. “dan sebut saja namaku yang mewakili warga sekitar desaku.” katanya

Laporan : FM/TIEM
Editor: Andika