LSM Bakin Siap Lapor Dg.Sakking Atas Dugaan Pencemaran Lingkungan

[responsivevoice_button voice="Indonesian Female" buttontext="Bacakan "] [responsivevoice_button voice="#" buttontext="Stop"]

 

TAKALAR, MITRAINDONESIAnews.com – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) BAKIN kabupaten Takalar menegaskan siap melaporkan Syamsiah Dg.Sakking, warga dusun Lamangkia desa Tope Jawa, Mangngarabombang atas dugaan pencemaran lingkungan dan perbuatan yang meresahkan masyarakat.

Ketua LSM BAKIN Takalar, Nursalam, menegaskan sementara mengkaji dan berjanji tidak akan bermain-main dengan dugaan pencemaran lingkungan dan perbuatan yang meresahkan yang diduga dilakukan oleh Syamsiah Dg.Sakking.

” Kami sementara mengkaji. Kalau kami dapatkan ada unsur pidana, baik dipersoalan ketentraman warga maupun persoalan Lingkungan hidup, kami akan laporkan Dg.Sakking ke Polisi…” tegas Nursalam (15/9/2020).

Salam melanjutkan bahwa siapapun yang menyebabkan lingkungan menjadi tercemar harus diproses hukum. Dirinya yakin, tindakan Dg.Sakking membuang tinja, baik dilokasi tanah milik warga lain maupun pesisir pantai dan laut merupakan tindakan pencemaran lingkungan dan membahayakan kesehatan masyarakat.

” Yang sengaja mengakibatkan pencemaran lingkungan hidup Ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp. 500.000.000 rupiah, vide pasal 41 UULH. Jika membahayakan kesehatan umum, pidana 6 tahun penjara dan denda 300 juta rupiah. Membuang tinja disekitar pemukimam jelas membahayakan kesehatan masyarakat, Itu yang kami pahami…” tegas Salam.

Sekedar diketahui, sebelumnya Syamsiah Dg.Sakking sempat berselisih dengan aktivis lingkungan hidup, Hasni dan saudaranya, Abd. Latif karena dilarang buang air besar di tanah milik Hasni. Dg.Sakking mengata-ngatai Hasni, dg.Siala dan keluarganya dengan kata-kata kotor. Setelah kata penghinaannya dibalas oleh Dg.Siala, Dg. Sakking malah tidak terima dan melaporkan Dg.Siala ke polisi hingga berakhir di meja hijau pada hari Selasa, 15/9/2020. Naas, Dg.Sakking justru diberi hukuman lebih parah, 4 bulan tahanan luar sementara Dg.Siala hanya 3 bulan tahanan luar.