Ketua Umum LSP3M Gempar Indonesia Sulawesi Selatan akan melaporkan dugaan Korupsi Dana Desa.Ke Kejaksaan Kabupaten Gowa

[responsivevoice_button voice="Indonesian Female" buttontext="Bacakan "] [responsivevoice_button voice="#" buttontext="Stop"]

 

GOWA,MITRAINDONESIAnews.com – Ketua Umum LSP3M Gempar Indonesia Sulawesi Selatan Amiruddin SH.Kr.Tinggi akan melaporkan kasus dugaan Korupsi Pengerjaan Sertu dan Talud di Dusun Biring Balang dan Dusun Cambaya,Desa Julukanaya, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan diduga dikerjakan asal jadi.

Menurut Amiruddin Pengerjaan Sertu dan Talud tersebut bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2019 sebesar Rp.259.908.900 ( Dua Ratus Lima puluh Sembilan Juta Sembilan Ratus Delapan Ribu Sembilan Ratus.Rupiah) dengan Volume 754 meter didua dusun tersebut dengan pengerjaan Swakelola.

Hasil investigasi tim LSP3M Gempar Indonesia Sulawesi Selatan,bahwa pengerjaan tersebut dinilai Mark up dan asal jadi karena baru Berapa bulan sertu dan Talud sudah banyak terbongkar.

Dikatakan lagi bahwa minimnya Pengawasan dan lemahnya Pemberantasan Korupsi dikabupaten Gowa sehingga Kepala Desa menggunakan Anggaran Dana Desa (DD) lebih banyak disalahgunakan terkesan pekerjaan asal jadi.

Amiruddin juga menambahkan, Sejokyanya kalau pengawasan ketat atau pendamping desa desa yang dibentuk oleh Dinas Pemerintahan Desa ( PMD) betul bekerja mengawasi berdasarkan tugasnya maka penggunaan dana Desa akan terarah dan tidak mudah disalahgunakan oleh pelaksana Anggaran tersebut.tutup ketua Umum LSP3M Gempar Indonesia Sulawesi Selatan.

Di tempat terpisah,Kepala desa julukanaya Muh.Ilyas saat ingin di Konfirmasi oleh mediaterkait dugaan tersebut namun kepala desa sementara istirahat dan tak bisa di ganggu di karenakan baru keluar dari rumah sakit,di karenakan gangguan penyakit strock ringan.

“Sementara istirahat pak desa tidak bisa di ganggu baru baru keluar dari rumah sakit gara gara strock ringan”.Ucap salah satu ibu yabg duduk di depan rumah Kepala desa julukanaya.( Wrw)