Pupuk Langka di Pasaran, Petani di Bontonompo Menyerik

[responsivevoice_button voice="Indonesian Female" buttontext="Bacakan "] [responsivevoice_button voice="#" buttontext="Stop"]

 

GOWA, Mintraindonesianews.com – Para petani di sejumlah Desa dan Kelurahan di Kecamatan Bontonompo.Kabupaten Gowa, Sulsel, mengeluhkan kelangkaan pupuk yang mulai terjadi di pasaran. Salah satunya petani di Kelurahan Tamalllayang , Dg Manye yang mengaku sudah sepekan mencari pupuk di sejumlah pengecer, namun tak kunjung mendapatkannya.

Dg Manye bersama petani lainnya bahkan mencari pupuk hingga ke Kabupaten Takalar. Namun hasilnya tetap nihil. Karena itu, dia dan petani lainnya merasa bingung dan mulai resah. Musababnya, tanaman padi mereka rata-rata berusia 15 – 20 hari ke atas yang sudah harus diberi pupuk agar pertumbuhannya bagus.

Menurut Dg Manye, jika padi mereka lambat diberi pupuk, maka pertumbuhannya akan melambat dan akan berimbas pada hasil panen yang pasti juga menurun.

“Kita ini petani benar-benar bingung karena kemana-mana kita cari pupuk tapi tidak ada. Sementara padi sudah mendesak untuk diberi pupuk. Jika lambat diberi pupuk,” ujar Dg Manye, Minggu (19/9/2020).

Keluhan yang sama juga disampaikan petani lainnya Dg Ngoyo Warga Kelurahan Tamallayang, Lingkungan Gangga Kecamatan Bontonompo ini juga mengaku kesulitan memperoleh pupuk. “Saya cari ke mana-mana namun tidak dapat,” ujarnya singkat.

Baik Dg Siantang maupun Dg Ngoyo berharap pada pemerintah dan Wakil kami yang ada di DPRD segera turun tangan untuk mengatasi persoalan kelangkaan pupuk ini. “Saatnya sekarang pemerintah bertindak cepat untuk mengatasi masalah ini, kalau perlu operasi pasar, biar petani bisa segera memperoleh pupuk,” ujarnya ( SPR )