Visioner dalam Berkarya Kepala Madrasah MTSN 4 Bone

Ismail, S. Pd
[responsivevoice_button voice="Indonesian Female" buttontext="Bacakan "] [responsivevoice_button voice="#" buttontext="Stop"]

MITRAINDONESIANews, Bone Berbicara kepemimpinan organisasi madrasah, tentu tak lepas dari seorang pimpinan. Semua orang akan tertuju pada satu titik fokus. Fokus pada apa yang menjadi visi dan misinya.

Meski demikian, Ia tak lepas dari dukungan dan kerjasama dari tim atau bawahannya. Karena sehebat apa pun pimpinan, ia tetap butuh tim untuk mengimplementasikan ide-idenya yang kemudian dapat direalisasikan bersama hingga menjadi karya nyata.

Kepala madrasah merupakan seseorang yang berada di garda terdepan dalam upaya mencerdaskan bangsa. Ia merupakan ujung tombak dalam keberhasilan maju atau tidaknya suatu satuan pendidikan yang ia pimpin, memikul tanggung jawab terhadap kenyamanan dan ketertiban lingkungan madrasah serta warga madrasahnya.

Rasa aman dan nyaman ini harus dirasakan oleh guru, peserta didik dan orangtua. Termasuk dalam hal keamanan dan kenyamanan selama berada di lingkungan madrasah.

Sejak Oktober 2019 lalu, saya di amanahkan menjadi kepala madrasah. Sekolah yang berada sekitar 85 km dari pusat kota Kabupaten Bone. Benar, sekolah tersebut adalah MTSN 4 Bone. Menjadi pimpinan di sekolah tersebut, tentu tantangan baru menghampiri hingga ada dua kata yang terus membayangi yakni “MAMPUKAH SAYA ?”.

Hari pertama ketika bertugas sebagai kepala madrasah dalam diri saya sudah terbesik kobaran semangat untuk mengembangkan madrasah ini, mimpi saya hanya satu yaitu bagaimana agar madrasah ini dapat dilirik dan jadi pembahasan di tingkat kabupaten. Buah pikiran ini, selalu menjadi alasan yang kuat untuk saya realisasikan.

Saya sadar bahwa mimpi tersebut tidak mampu saya realisasikan dengan sendiri. Maka hal yang paling pertama kulakukan adalah merangkul seluruh warga madrasah, bukan hanya para pendidik tapi seluruh peserta didik saya rangkul agar bisa sama-sama mengembangkan madrasah.

Dua pekan menjabat kepala madrasah tiba-tiba kami mendapat tugas dari kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bone untuk mewakili madrasah dalam lomba sekolah sehat tingkat Kabupenat Bone. Rasa senang berkecamuk dalam diri, perlahan namun pasti mimpi yang kubangun sejak awal akan menjadi nyata.

Namun, rasa ragu saat itu menghampiri, mengingat baru kemarin saya menjabat sebagai kepala madrasah selain itu ada banyak yang mesti kami benahi untuk lolos di tingkat Kabupaten, tetapi kembali janji saya dua pekan yang lalu, saya harus bisa membawa nama madrasahku jadi pembahasan di tingkat kabupaten karena prestasinya.

Selain tekadku yang kuat, rasa optimis juga hadir karena dikelilingi dengan tim hebat. Memiliki tenaga pendidik dan SDM yang baik. dengan mengucap bismillah, kutancapkan lebih kuat tekad itu dalam benakku.

Dengan dukungan dari seluruh warga madrasah, komite madrasah, akhirnya kami menerima amanah untuk maju dalam kegiatan Lomba Sekolah Sehat Tk. Kabupaten Bone Tahun 2020. Langkah yang paling awal saya lakukan adalah melakukan kegiatan kunjungan persahabatan ke madrasah yang pernah juara sampai ke Tingkat Nasional dalam kegiatan ini.

Sepulangnya melakukan kegiatan kunjungan seluruh pokja saya berikan kesempatan untuk berbenah dalam pemenuhan seluruh indikator dalam penilaian Lomba Sekolah Sehat. Hingga akhirnya tim pembina UKS tingkat kabupaten datang melakukan pembinaan, di awal kami sempat down setelah mendengarkan hasil verifikasi yang mengatakan bahwa sekolah kami belum bisa dinominasikan sebagai sekolah sehat.

Mereka menjatuhkan madrasah kami dengan mengutarakan seluruh kekurangan yang iya temukan di sekolah kami. Namun bagi kami seluruh warga MTsN 4 Bone itu adalah tamparan keras agar kita semua semakin semangat untuk berbuat lebih baik lagi. Kami hanya beri waktu dua pekan untuk berbenah hingga tiba jadwal penilaian.

Kami bukan yang terbaik, tapi disetiap kesempatan kami selalu berusaha untuk menjadi yang paling terbaik. Kembali kulejitkan semangatku dengan prinsip tersebut.

Intinya mari kita adakan yang belum ada, dan maksimalkan yang sudah ada. Hingga mereka berdecak kagum saat datang untuk melakukan penilaian.

Semua yang dia cari saat verifikasi telah ada di hadapan mereka. Cemohan yang dulu mereka utarakan berubah menjadi untaikan kata yang mengapresiasi kerja keras seluruh warga madrasah. Dan memberikan semangat untuk mempersiapkan jikalau MTsN 4 Bone lolos mewakili kabupaten Bone ke Tingkat Provinsi Sulawesi selatan.

Persiapan untuk tingkat provinsi kami lebih maksimalkan, seluruh indikator penilaian telah kami penuhi. Dan terlebih lagi penamanan karakter pembiasaan hidup sehat untuk seluruh warga madrasah, khususnya untuk 650 orang peserta didik.

Kami melakukan komitmen dengan seluruh peserta didik untuk mampu mengurangi jumlah sampah yang ada di madrasah yang berasal dari bekas jajanan peserta didik. Membiasakan membawa bekal dari rumah masing-masing. Dengan menggalakan gerakan sarapan bersama setiap kamis dan sabtu pagi.

Alhamdulillah, dari pembenahan tersebut hingga menghadirkan pembiasaan menjadi daya tarik dan sudah menjadi kegiatan rutin. Tentu apa yang telah kuraih selama menjabat sebagai kepala Madrasah belum memberikan banyak kontribusi, namun satu hal yang sampai saat ini aku syukuri adalah berada dilingkungan dengan tim yang saling mendukung.

Memberikan contoh kepada mereka dalam bekerja dan memiliki prinsip visioner dalam berkarya. Terus berkarya untuk kita semua, memberikan yang terbaik untuk istansi yang kita tempati.

Penulis: Andi Ridwan, S.Pd.I., MM