Polrestabes Medan Tembak Mati Jaringan Narkotika Internasional

Polrestabes Medan Tembak Mati Jaringan Narkotika Internasional
[responsivevoice_button voice="Indonesian Female" buttontext="Bacakan "] [responsivevoice_button voice="#" buttontext="Stop"]

MITRAINDONESIANews, Medan – Sabu-sabu lagi, Sat Res Narkoba Polrestabes Medan mengungkap jaringan narkoba Internasional dan meringkus tiga tersangka bandar (BD) sabu dari dua lokasi terpisah.

Seorang tersangka berinisial SN (41) tewas ditembak petugas, karena saat ditangkap warga Kuala Simpang, Aceh Tamiang, NAD ini menghadang petugas dengan senjata api rakitan, akhirnya petugas memberikan tindak tegas dan terukur.

Kedua bandar sabu lainnya masing-masing berinisial AR (46) dan IH alias I (50) warga Jalan Jambi, Kelurahan Rambung Barat, Kecamatan Binjai Selatan. Dari ketiga tersangka, petugas menyita 7 Kg sabu-sabu.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko didampingi, Kasat Narkoba, AKBP Ronny Nicolas Sidabutar, Wakasat, Kompol Doly Nelson Nainggolan, Kanit Idik II, Iptu Arjuna Bangun dan Kanit Idik/III, Iptu Irwanta Sembiring, kepada awak media Jumat (25/09/2020) sore mengatakan, tersangka yang terpaksa ditembak mati yakni, S (41) dan dua bandar lainnya AR (46) dan IH alias I (50).

Dikatakan Riko , 20 September 2020 kemarin Tim Satres Narkoba mendapat info ada pengedar sabu di Jalan Bhayangkara, Kelurahan Indra Kasih, Kecamatan Tembung.

Tim menuju ke lokasi dan meringkus AR dan IH. Dari keduanya tim menyita 2 kg sabu

Namun hasil pengembangan dari dua tersangka, petugas mengantongi identitas bandar lainnya.

Lalu, pada 23 September 2020 petugas mengetahui keberadaan salah seorang bandar di kawasan Jalan Glugur Rimbun, Diski, Kelurahan Sei Mencirim, Kecamatan Sunggal.

Tim bergerak ke lokasi dan berhasil mengamankan SN. Dari tersangka SN berhasil disita 5 Kg sabu.

Ketika, diboyong ke Mapolrestabes Medan tersangka, SN berusaha melakukan perlawanan dan mencoba menghadang petugas dengan senpi rakitan.

Tak mau ambil risiko, petugas menembak tersangka SN.

Dalam kondisi luka tembak, Petugas langsung memboyongnya ke RS Bhayangkara Poldasu. Tapi nyawa tersangka tidak terselamatkan.

Pengakuan dari para tersangka kata Kapolrestabes, sabu tersebut didapatkan dari seorang bandar berinisial N yang di Malaysia dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Para tersangka membeli sabu itu seharga 300 juta rupiah per kilogram, dan dijual kembali seharga 350 juta rupiah per kg.