Sidang Perdana 8 Oknum Polisi Diadili, Terkait Perkara 327 Kg Ganja

[responsivevoice_button voice="Indonesian Female" buttontext="Bacakan "] [responsivevoice_button voice="#" buttontext="Stop"]

MITRAINDONESIANews, Medan – Delapan oknum polisi yang bertugas di Polres Padangsidimpuan dan seorang warga sipil EAR alias Gaya menjalani sidang perdana di Ruang Cakra VII Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (23/09/2020) petang menjelang malam.

Kedelapan oknum polisi tersebut Bripka WS, Aiptu MP, Briptu RMS, Brigadir AFL, Bripka AP alias Andy, Brigadir DAH, Bripka RH dan Brigadir AD.

Namun para oknum polisi itu didakwa membiarkan atau tidak menangkap bandar narkotika jenis ganja seberat 327 kg. Sementara seorang sipil didakwa telah menguasai barang haram tersebut.

Saat dalam dakwaan JPU Abdul Hakim Sori Muda Harahap, pada Jumat, 28 Februari 2020 sekira pukul 10.00 WIB, AKP Charles Jhonson Panjaitan selaku Kasat Res Narkoba Polres Padangsidimpuan mengumpulkan anggotanya yang terdiri dari Bripka WS, Aiptu MP, Bripka AP, Brigadir DAH, Bripka RH, Brigadir AFL, Brigadir AD dan Briptu RMS.

Lalu, AKP Charles memberikan arahan kepada anggotanya agar menangkap pengedar gelap narkotika di wilayah Polres Kota Padangsidimpuan.

“Setelah menerima arahan tersebut, anggota bubar untuk mencari Target Operasional (TO). Sekira pukul 13.30 WIB, WS menyuruh AP untuk bertemu di warung makan belakang City Walk,” ucap JPU di hadapan majelis hakim yang diketuai Martua Sagala.

Namun saat bertemu, WS mengajak AP menuju Kampung Darek Kelurahan Wek VI Kecamatan Padangsidimpuan Selatan dengan mengendarai mobil.

Setibanya di lokasi, WS bertemu masyarakat di pinggir jalan depan Gang Dame 5 sambil berkata “Ini bakal digerebek dan diperiksa masalah narkoba dari rumah ke rumah”.

Lalu, mereka menuju Tomyam Muslim yang berada di Gang Dame Kampung Darek. Sekira pukul 14.40 WIB, HP milik WS dihubungi oleh ES (DPO) hingga terjadi percakapan. “Bang, aku mau menyerahkan ganja milikku yang ada di Kampung Darek asalkan aku dan si EAR jangan ditangkap,” kata ES kepada WS. “Kenapa kau mau menyerahkan ganja kau?,” tanya WS.

“Karena aku takut terjadi penggerebekan lagi di Kampung Darek,” jawab ES.

“Ok, kirimkan nomor handphone si Gaya,” ucap WS hingga komunikasi mereka terputus.

Setelah itu, WS bersama AP sepakat bertemu dengan EAR alias Gaya di Kampung Darek Wek-VI Kecamatan Padang-sidimpuan Selatan.

Tepat di dekat pesantren sekira pukul 15.00 WIB, mobil yang dikendarai AP berhenti sehubungan tidak bisa naik ke atas bukit.

“Atas suruhan WS, AD menjumpainya di Kampung Darek Wek VI Kecamatan Padangsidimpuan Selatan dengan mengendarai kereta sekira pukul 14.40 WIB. Ketika bertemu, mereka langsung menuju sebuah bukit di Kampung Darek sesuai perkataan Gaya. Di depan sebuah rumah, WS ditemui Gaya untuk melihat ganja tersebut. Lalu, Gaya bersama K (DPO) langsung mengeluarkan 4 buah karung plastik berisi daun ganja kering,” tandasnya Abdul Hakim.

Saat itu, WS kembali berkata “Ini bakal dirazia lagi dari rumah ke rumah masalah narkoba”.

Kemudian, WS menghubungi MP sambil berkata “Nit, ini ada barang bukti ganja, tolong bawa mobil naik ke Gunung Kampung Darek”.

Sekira pukul 16.00 WIB, MP bersama Brigadir DAH dengan mengendarai satu unit mobil merk Daihatsu Terios bersama Gaya langsung memasukkan 4 karung ganja tersebut.

Selanjutnya, di Simpang Gang Dame tepatnya depan pesantren, Gaya menyuruh agar satu unit mobil masuk ke gang kecil.

Dari situ, Gaya bersama K kembali memasukkan 5 karung ganja ke dalam mobil. “Setelah itu, mereka pergi menuju Posko Sahran Motor, Jalan Padangsidimpuan-Sibolga Desa Sigiring-Giring Kota Padangsidimpuan.

Sedangkan Gaya dan K tetap tinggal di Kampung Darek Kelurahan Wek-VI Kecamatan Padang-sidimpuan Selatan,” ucap JPU dari Kejatisu tersebut.

Di posko tersebut sekira pukul 17.00 WIB, ternyata sudah ada RH, AFL dan RMS. Kedelapan polisi itu merencanakan agar ganja di dalam karung plastik tersebut dijadikan barang temuan yang dipimpin MP selaku Kanit.

Meski begitu, belum ada disepakati tempat akan ditemukannya barang haram tersebut. Sekira pukul 18.00 WIB, mereka menuju Pos Lantas Pijor Koling.

Selesai makan di pos tersebut, RH menjelaskan bahwa tempat akan ditemukannya ganja tersebut berada di area Perkebunan PTPN-III Desa Tarutung Baru Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara Kota Padangsidimpuan.

Mereka pun pergi menuju area tersebut. Tak lama, WS mendengar suara tembakan dari arah depan mobil.

Kemudian, MP menghubungi AKP Charles Jhonson Panjaitan. Sekira pukul 22.00 WIB, AKP Charles Jhonson Panjaitan tiba di area perkebunan PTPN-III Desa Tarutung Baru.

Lalu, 14 karung ganja dinaikkan ke dalam mobil patroli dan dibawa ke Polres Padangsidimpuan.

Sekira pukul 23.30 WIB, para polisi itu melihat 19 karung plastik berisi ganja seberat 327.000 gram atau setara 327 kg telah diambil dari Gaya di Jalan Alboin Hutabarat Gang Dame Kelurahan Kampung Darek Wek-VI Kecamatan Padangsidimpuan Selatan.

“Perbuatan para terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana Pasal 114 ayat (2) dan/atau Pasal 112 ayat (2) dan/atau Pasal 131 jo Pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika,” tandas Abdul Hakim. Usai mendengarkan dakwaan, beberapa terdakwa mengajukan eksepsi (keberatan atas dakwaan).