Laka Lantas Tunggal, Pengemudi Mobil Fortuner Meninggal Dunia

[responsivevoice_button voice="Indonesian Female" buttontext="Bacakan "] [responsivevoice_button voice="#" buttontext="Stop"]

MITRAINDONESIANews, Simalungun – Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) tunggal terjadi di Jalan Siantar-Saribu Dolok Km 4-5, Huta Gurgur Sawah I, Desa Simpang Panei, Kecamatan Panombean Panei, Kabupaten Simalungun,Sumatra Utara Selasa (06/10/2020) pagi.

Saat kecelakaan itu, pengemudi mobil Toyota Fortuner nomor polisi (nopol) BK 167 VS, Veranika Febriani Saragih (37) meninggal dunia di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Kasat Lantas Polres Simalungun, AKP Jodi Indrawan melalui Kanit Laka, Ipda Ramadan Siregar mengatakan, awalnya korban mengemudikan mobil melaju dengan kecepatan tinggi.

Namun setibanya di TKP, jalan keadaan bergelombang dan menurun, sehingga korban tidak dapat mengendalikan laju kendaraannya. Kemudian terselip ke beram jalan sebelah kiri dan terbalik.

“Setiba di TKP, korban tidak dapat mengendalikan laju kendaraannya, sehingga mobil selip ke beram jalan” imbuh Ipda Ramadhan.

Menurutnya, korban tidak menggunakan safety belt, sehingga tubuhnya terlempar keluar sebelum mobil membentur tembok rumah warga.

Selanjutnya mobil keadaan terbalik di atas parit.

“Korban yang meninggal di tempat kemudian dilarikan ke RSUD Djasamen Saragih Kota Siantar,” tambah Ipda Ramadan.

Diketahui mobil yang dikendarai korban menampilkan stiker pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Simalungun, Anton Achmad Saragih-Rospita Sitorus.

Akibat peristiwa itu, kendaraan mengalami kerusakan parah, body samping kanan dan kiri ringsek, kaca depan, samping dan belakang pecah, pintu belakang peyot dan kap atas juga rusak.

JR Saragih terlihat menanti proses visum jenazah di ruang Instalasi Forensik bersama kerabat dan keluarga besar perusahaan. Ada pula beberapa Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Simalungun turut hadir.

Salah satu pimpinan anak usaha PT Efarina Etaham Group, Silverius Bangun menyampaikan, korban saat kejadian hendak ke kantor dari rumahnya.

“Iya dia kan, tinggal di Saribu Dolok. Kemudian mau pergi kerja ke kantor di Kelurahan Bane (Jalan Pdt Wismar Saragih) Kota Siantar dan sendiri saja,” ucapnya.

“Duka cita ini adalah duka kami. Pimpinan kita yang senantiasa membimbing dan menjadi tempat berkeluh kesah telah menyelesaikan pengabdiannya di dunia dan menghadap sang pencipta,” sebutnya.

Dirinya berharap, suami korban yang ditinggalkan dapat ikhlas dan menerima cobaan yang diberikan Tuhan atas hilangnya sosok Veranika. (*)