Lembaga Se-Fakultas Teknik Unismuh Makassar Massifkan gerakan Gerilya Udara sebagai bentuk Tolak Pengesahan RUU Omnibus Law

tolak omnibus law cipta kerja
[responsivevoice_button voice="Indonesian Female" buttontext="Bacakan "] [responsivevoice_button voice="#" buttontext="Stop"]

MITRAINDONESIANews, Makassar – Selasa, 6 Oktober 2020.  Berdasarkan kebijakan yang telah dukeluarkan DPR. yang dianggap menindas masyarakat maka perlu adanya perlawanan. Perlawanan atas segala bentuk ketidakadilan. Agus Ketum HMA-FT.

Dengan Melihat kondisi saat ini, diam bukanlah pilihan yang tepat, dimana kebijakan yang dikeluarkan oleh DPR seakan menjadikan kita budak di negeri sendiri.

Saatnya kita BERSATU TOLAK RUU Omnibus Law cipta kerja. Arul Wiraguna sebagai Ketum HMS-FT.

Jangan biarkan Oligarki merusak masa depan kita semua. Hari ini media adalah senjata digital tanda protes atau penolakan pengesahan RUU Omnibus Law Cipta Kerja oleh DPR. Pernyataan Fatur sebagai Ketum HME-FT.

Kini kejahatan makin terorganisir dan nampak dipermukaan, jika ini dibiarkan maka kita akan terpuruk dalam penindasan. Tolak Omnibus Law, lawan segala bentuk penindasan. Peryataan Elbu sebagai Ketum Pikom IMM-FT

RUU Omnibus Law Cipta Kerja berpotensi sangat besar untuk memperpanjang perbudakan dalam praktik lingkungan hidup dan pemenuhan HAM.

Sehingga, tidak ada alasan yang menguatkan bahwa RUU Omnibus Law Cipta Kerja ini diSahkan, karena ini tidak merumuskan kepentingan Rakyat tapi dimana hanya menguntungkan Kaum Elit.

Mengingatkan kepada Pemerintah dan Legislator bahwa Demokrasi di Indonesia telah dikhianati !!!.

Gerakan akan berlanjut sampai ditindak lanjuti Pengesahan RUU Omnibus Law. Ihwan Ketum BEM-FT Unismuh Makassar.