Bentrok Dua Kelompok Penggarap, 1 Tertembak Senjata Air Soft Gun

Bentrok Dua Kelompok Penggarap, 1 Tertembak Senjata Air Soft Gun
[responsivevoice_button voice="Indonesian Female" buttontext="Bacakan "] [responsivevoice_button voice="#" buttontext="Stop"]

MITRAINDONESIANews, Sumut – Lagi lagi bentrok, perebutan lahan kembali memanas di lahan eks PTPN II Dusun 17 Tambak Bayan Desa Saentis Kecamatan Percut Sei Tuan, Rabu (07/10/2020) siang.

Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa bentrokan tersebut, namun seorang pria mengalami luka di badan akibat terkena tembakan senjata jenis air soft gun.

Kapolsek Percut Sei Tuan AKP Ricky Pripurna Atmaja dalam keterangannya melalui Kasi Humas Polsek Percut Sei Tuan, Aiptu Basyarah Mansyah mengatakan kejadian ini bermula ketika kelompok pengarap dari salah satu OKP yang dipimpin Heri dan Pentol, sedang meratakan lahan di atas tanah seluas 1 hektar yang berada di dalam lahan 19 hektar eks PTPN II.

Ketika mengerjakan lahan, datang kelompok penggarap lainnya dan mengklaim bahwa lahan seluas 19 hektar tersebut adalah milik mereka.

“Tiba-tiba datang ke lahan garapan tersebut kelompok Iwan Keder, yang dipimpin Monroe untuk memberhentikan pengerjaan yang dilakukan kelompok Heri, dengan alasan lahan seluas 19 hektar tersebut adalah lahan milik mereka,” ucapnya.

Atas kedatangan kelompok Monroe, kelompok Heri merasa tidak senang, dan tetap mempertahankan lahan yang lagi dikerjakan, bahwa lahan seluas 19 hektar milik mereka.

“Akibatnya kedua kelompok tersebut bertengkar di warnai aksi saling serang. Bentrok pun tidak dapat dihindarkan,” kata kasi humas.

Ia mengatakan akibat bentrokan ini salah seorang pria bernama Suroso (46) warga Dusun 17 Tambak Bayan Desa Saentis Kecamatan Percut Sei Tuan mengalami luka tembak di bagian badan karena terkena tembakan air soft gun.

Personel Polsek Percut Sei Tuan yang mendapat informasi turun ke lokasi kejadian. Melihat kedatangan polisi sejumlah pihak yang bertikai kabur meninggalkan lokasi. “Situasi di lokasi bentrok sudah mulai reda dan kondusif,” tegasnya.(*)