Sulsel Keluar dari Zona Merah Covid-19

Sulsel Keluar dari Zona Merah Covid-19
[responsivevoice_button voice="Indonesian Female" buttontext="Bacakan "] [responsivevoice_button voice="#" buttontext="Stop"]

MITRAINDONESIANews, Makassar – Penanganan Covid-19 pada 10 provinsi prioritas dalam sepekan telah menunjukkan hasil yang lebih baik.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyebut, pada pekan ini sudah ada dua provinsi yang nihil zona merah.

Yakni Sulawesi Selatan dan Jawa Timur. Kondisi ini berdasarkan hasil analisis data mingguan per 4 Oktober 2020.

Kesepuluh provinsi prioritas yang dimaksud adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Banten, dan Papua.

“Dari segi zona resiko kabupaten/kota dengan zona merah di Jawa Timur dan Sulawesi Selatan pada pekan ini seluruhnya sudah berpindah ke zona orange. Ini artinya tidak ada lagi zona merah di Provinsi Jawa Timur dan Sulsel.

“Ini adalah prestasi luar biasa dari dua provinsi ini,” jelasnya melalui via akun Youtube Sekretariat Presiden, Selasa, 6 Oktober 2020.

Dari sisi segi jumlah kasus positif mingguan enam dari sepuluh provinsi mengalami penurunan yang cukup signifikan, yaitu Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur dan Kalimantan Selatan.

“Penurunan paling signifikan di Sulawesi Selatan sebesar 30,1 persen dan Jawa Barat sebesar 28,5 persen,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi provinsi yang terus meningkatkan angka kesembuhannya.

Sulsel kembali mencatatkan hal yang baik dengan menjadi provinsi dengan jumlah pasien terbanyak sembuh naik 894 pasien sembuh, Riau naik 471 pasien, Sumatera Utara naik 294 pasien, Sumatera Selatan naik 207 pasien dan Bali 180.

Sementara itu persentase kesembuhan tingkat nasional adalah Kalimantan Utara dengan 87,56 persen.

Dari jumlah kasus meninggal mingguan, empat dari sepuluh provinsi mengalami penurunan cukup signifikan yakni DKI Jakarta, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan dan Bali. Penurunan paling signifikan terjadi di DKI Jakarta 62,4 persen.

Wiku juga menekankan perhatian khusus perlu diberikan pada kabupaten/kota penyumbang kasus positif atau kematian tertinggi seperti kota Medan, Jakarta Pusat, Bekasi, Depok, Semarang, Surabaya, Banjarmasin, Makassar, Denpasar, Jaya Pura dan Banda Aceh.

“Mohon kepada para gubernur dan wali kota untuk dapat berkoordinasi untuk menekan angka penularan dan kematian di kabupaten/kota tersebut dan dapat selalu berkoordinasi dengan kami di Satgas Pusat agar terjadi koordinasi yang baik,” tegasnya.

Sedangkan Gubernur Sulsel, Prof. HM Nurdin Abdullah, bahwa Sulsel telah keluar dari zona merah dan menuju zona hijau.

“Kita sudah keluar dari zona merah. Tentu dengan keluar dari zona merah ini kita menuju ke zona hijau ini,” ucapnya di Kabupaten Selayar, Rabu, 7 Oktober 2020.

Kepada Forkopimda yang hadir ia mengajak agar protokol kesehatan tetap dilaksanakan, menjaga imun tubuh.

Pemerintah juga saat ini sedang mengusahakan vaksin Covid-19.

Ia juga menyampaikan, atas perubahan status ini agar tidak lengah.

“Kita tidak usah terlalu euforia dulu, karena yang namanya virus, lengah sedikit ya masuk. Kuncinya adalah kita syukuri, ini artinya tingkat disiplin masyarakat Sulsel sudah tinggi, tingkat kesadaran sudah tinggi, tetapi jangan kendor. Kita harus tetap konsisten menjaga diri sambil menunggu vaksin,” pungkasnya.(*)