Terjadi Demo Penolakan Omnibus Law, Wagubsu Minta Sumut Aman

[responsivevoice_button voice="Indonesian Female" buttontext="Bacakan "] [responsivevoice_button voice="#" buttontext="Stop"]

MITRAINDONESIANews, Sumut – Terjadi penolakan UU Cipta Kerja atau UU Ketenagakerjaan melalui unjuk rasa di beberapa daerah di Indonesia. Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Musa Rajeckshah (Ijek) meminta agar menjaga kekondusifan Sumut.

Hal ini diungkapkannya usai menggelar rapat internal bersama forkopimda untuk membahas penanganan aksi unjuk rasa pasca pengesahan UU Cipta Kerja di Pendopo Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman No 41, Medan Rabu (7/10/2020).

“Seperti yang kita lihat di beberapa daerah sudah ada yang menggelar aksi dari serikat serikat buruh yang ada di daerahnya. Maka kita tidak inginkan terjadi di Sumut karena kita ingin menjaga kondusifnya Sumut,” kata Ijek.

Lanjutnya, saat ini ada isu-isu yang berkembang mengenai ketenagakerjaan, namun dari bagian isu tersebut banyak dijelaskan ketidakberpihakan pemerintah pada pekerja. Sebenarnya hal tersebut tidaklah seperti itu, karena UU ini belum juga dibahas secara rinci oleh semuanya.

“Saya harapkan kepada seluruh masyarakat Sumut dan pekerja yang ada untuk tenang dahulu dan melihat perkembangan. Seperti apa nanti lanjutannya dan tidaklah kita termakan isu-isu yang menyesatkan dan merugikan kita. Karena kalau terjadi Sumut tidak kondusif yang rugi adalah kita semua. Karena para pekerja juga mendapatkan dampaknya yakni lapangan pekerjaan akan kurang karena investor semakin enggan masuk ke Indonesia termasuk ke Sumut,” ucapnya.

Menurut Ijek, UU yang diciptakan ini agar para investasi asing atau investor dari luar lebih yakin dan percaya untuk masuk ke Indonesia dan Sumut salah satunya.

“Kalaulah semakin banyak investasi yang masuk maka semakin banyak lapangan kerja semakin banyak terbuka dan semakin banyak orang bisa kesempatan bekerja,” sebutnya.

Maka, dalam situasi di pandemi Covid-19 ini dimana ekonomi tengah sangat terpengaruh, Ijek meminta janganlah masyarakat juga terpengaruh sehingga terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Maka kami menyampaikan dan mengimbau seluruh masyarakat tidak terprovokasi oleh pihak-pihak tertentu yang ingin mengambil kesempatan dalam situasi ini. Jadi, kta mengantisipasi lebih awal kalau ada hal-hal yang terjadi. Untuk mempersiapkan. yang sudah kita dengan pergerakan massa untuk menentang UU Ketenagakerjaan ini,” tegasnya.

Dia berharap agar massa di Sumut tidaklah turun untuk menolak UU Ketenagakerjaan terutama pada serikat-serikat pekerja agar tidak terprovokasi dan jangan mau ikut akan ajakan yang belum jelas arah pergerakan dalam unjuk rasa tersebut.

“Kita harapkan tidak terjadi suatu akhir yang akan berdampak buruk bagi kita semua,” tandasnya. (**)