Koordinator Aliansi Pemuda Biringbulu Angkat Bicara Terkait Isu Pengembalian Kerugian Negara Oleh Kades Lembangloe

Koordinator Aliansi Pemuda Biringbulu Angkat Bicara Terkait Isu Pengembalian Kerugian Negara
[responsivevoice_button voice="Indonesian Female" buttontext="Bacakan "] [responsivevoice_button voice="#" buttontext="Stop"]

MITRAINDONESIANews, Gowa – Hendrawan , S.Ip, Koordinator Aliansi Pemuda Biringbulu angkat bicara terkait isu pengembalian kerugian negara oleh kepala desa Lembangloe yang sementara diproses di kejaksaan Negeri Gowa.

Menurut Hendrawan , berdasarkan laporan hasil pemeriksaan inspektorat kabupaten Gowa, audit investigasi atas permintaan Kejaksaan negeri Gowa di desa Lembangloe kecamatan Biringbulu, Nomor :700/43/LHP-K/INSP 2020 Tanggal: 17 April 2020.

Dari laporan hasil pemeriksaan oleh inspektorat tersebut, diduga kuat adanya indikasi penyelewengan anggaran yang merugikan perekonomian negara.

Dimana sebelumnya , Aliansi pemuda Biringbulu telah melaporkan Kades Lembangloe ke Kejaksaan Negeri Gowa atas dugaan tindak pidana korupsi, penyelewengan anggaran dana desa tahun anggaran 2017-2018.

Hendrawan menambahkan, terkait adanya isu pengembalian kerugian negara sebesar 230 juta oleh kepala desa Lembangloe, Muh. Yasin kami berharap proses hukumnya tidak di hentikan, kami Aliansi Pemuda Biringbulu akan terus mengawal tegas alumnus ilmu pemerintahan fakultas ilmu sosial dan ilmu politik Unismuh Makassar.

Lanjut, menurutnya pengembalian kerugian negara atau kerugian perekonomian negara adalah bukti adanya perbuatan tindak pidana korupsi, oleh karena itu tidak serta merta proses hukumnya dihentikan.

Karena pengembalian tidak menghapus perbuatan pidana nya sebagimana yang tertuang dalam UU No 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi.

pasal 4 di jelaskan bahwa, dalam hal pelaku tindak pidana korupsi sebagaimana di maksud dalam pasal 2 dan 3 telah memenuhi unsur-unsur pasal di maksud, maka pengembalian kerugian negara atau perekonomian keuangan negara tidak menghapuskan pidana terhadap pelaku tindak pidana tersebut, tutup Hendrawan kepada awak media.