Akibat Angin Kencang, Warga Tenggelam di Danau Toba Belum Ditemukan

Humbang Hasundutan
[responsivevoice_button voice="Indonesian Female" buttontext="Bacakan "] [responsivevoice_button voice="#" buttontext="Stop"]

MITRAINDONESIANews, Humbang Hasundutan – Bornok Pandapotan Lumbantoruan warga Janji Nahata Dusun dua Kecamatan Baktiraja Kabupaten Humbang Hasundutan tenggelam usai memberikan makan ikan di Keramba jaring apung (KJA), Rabu 14 Oktober 2020 sekitar 16.30 WIB.

Koordinator Pos Search And Rescue (SAR) Danau Toba O Tambunan dalam keterangannya menyampaikan, bahwa Bornok Pandapotan Lumbantoruan diduga tenggelam akibat terpeleset dari solu (sampan dayung) tradisional saat selesai memberi makan ikan di keramba jaring apung.

“Guna melakukan pencarian, Koordinator Pos SAR Danau Toba O Tambunan telah memberangkatkan personil SAR Danau Toba terdiri dari Tim Rescue dan sejumlah penyelam handal untuk melakukan penyelaman ke dasar Danau dengan membawa peralatan lengkap,” kata O Tambunan melalui sambungan selulernya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Humbang Hasundutan Marga Hutagaol ketika dikonfirmasi membenarkan Kejadian tersebut dan saat ini tim kita sudah berada dilokasi untuk melakukan pencarian,” ujarnya melalui sambungan selulernya.

Sementara Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Humbang Hasundutan melalui Kepala Bidang Perikanan Rudi Simamora mengatakan, bahwa Bornok Pandapotan Lumbantoruan terjatuh dari sampan ketika hendak pulang dengan menaiki sampan dayungnya, namun tiba-tiba angin kencang datang sehingga korban terjatuh, hingga saat ini korban belum berhasil ditemukan,” katanya. (**)