Long Weekend di Pucak Maros, Nurdin Abdullah Tanam Buah-buahan

Long Weekend di Pucak Maros, Nurdin Abdullah Tanam Buah-buahan
[responsivevoice_button voice="Indonesian Female" buttontext="Bacakan "] [responsivevoice_button voice="#" buttontext="Stop"]

MITRAINDONESIANews, Maros – Pemerintah menetapkan tanggal 28 dan 30 sebagai cuti bersama di Bulan Oktober 2020 yang bisa dinikmati seluruh masyarakat. Cuti bersama mengapit perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW pada 29 Oktober 2020. Ini ditambah dengan tanggal 31 Oktober dan 1 November jatuh pada hari Sabtu dan Minggu, sehingga menjadi long weekend. Long weekend ini juga ada di bulan Desember.

Hal ini dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berlibur. Demikian juga dengan Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof HM Nurdin Abdullah. Walaupun sebagian waktu dari long weekend ini masih diisi dengan jadwal kerja. Di hari terakhir, Minggu, 1 November, ia memilih untuk ke Desa Wisata Pucak, Kecamatan Tompobulu, Maros, untuk menanam bibit buah-buahan.

Untuk pertanian dan kebun buah, daerah yang dapat ditempuh dari Makassar kurang dari satu jam ini memiliki curah hujan mendukung, mata airnya banyak, sehingga lahan yang ada dapat dimanfaatkan. Sehingga, Ia menilai sangat sayang jika tidak dimanfaatkan.

“Saya kira di masa pandemi Covid-19 ini, salah satu yang bisa menopang ekonomi kita ke depan adalah sektor pertanian, kebetulan daerah ini adalah daerah yang sangat subur,” kata Nurdin Abdullah.

Ia mencoba memberikan spirit dan mengajak masyarakat sekitar untuk menanam tanaman yang bernilai ekonomi tinggi dan punya pasar jelas.

“Itu bisa dikembangkan di sini. Dan juga sukun dari daerah lembah, disamping kita bisa memanen buah-buahan, juga berfungsi sebagai fungsi konservasi dan kita berharap ini juga menjadi taman buah nantinya, sehingga masyarakat tidak hanya ke mal pada saat weekend,” ujarnya.

Ia bersama istri, Lies Nurdin menanam tanaman buah-buahan di kebun pribadinya. Bibit buah-buahan yang ditanam meliputi pohon durian musang king, durian montong, durian lokal, rambutan, manggis, sukun, aneka macam bibit mangga, dan nangka. Hasil dari tanaman ini dapat dipetik dalam waktu 3,5 tahun.

“Saya mengimbau kepada masyarakat seluruh Indonesia, bahkan Sulawesi Selatan secara umum, mari kita mengoptimalkan lahan yang kita miliki walaupun sejengkal, tetapi bisa memberikan nilai tambah bagi perekonomian keluarga,” harapnya.

Menurut Nurdin Abdullah, perkebunan pribadi ini akan dijadikan sebagai perkebunan percontohan. Sebagai sarana pendukung, juga membangun bendungan penampung air di dalam lokasi perkebunan.

Ia juga dikenal hobi berkebun. Diharapkan, kebun pribadinya ini juga memberi manfaat kepada warga sekitarnya.

Langkah ini juga diikuti warga sekitar. Semakin banyak warga Kecamatan Tompobulu, Maros, yang aktif menanam bibit pohon buah-buahan, mengikuti jejaknya. (*)