Perekonomian Sulsel Tumbuh Menuju Pemulihan

[responsivevoice_button voice="Indonesian Female" buttontext="Bacakan "] [responsivevoice_button voice="#" buttontext="Stop"]

MITRAINDONESIANews, Makassar – Gubernur Sulawesi Selatan, Prof. HM Nurdin Abdullah optimis pertumbuhan ekonomi di Sulsel akan terus mengalami pertumbuhan positif. Ini didasarkan pada rilis Badan Pusat Statistik (BPS).

Sulsel secara Y-on-Y (year on year) pertumbuhan triwulan III terjadi kontraksi -1,08 persen, dibandingkan angka nasional untuk triwulan III-2020 sebesar -3,49 persen. Jika melihat angka pertumbuhan Sulawesi Selatan pada triwulan II-2020 sebesar -3,86 persen dengan engan pertumbuhan ekonomi triwulan III sebesar -1,08 persen. Maka terjadi pertumbuhan positif.

“Sesungguhnya secara implisit menunjukkan telah terjadi pertumbuhan positif sekitar 2,8 persen,” kata Kepala BPS Provinsi Sulsel, Yos Rusdiansyah melalui rilis streaming Youtube, Kamis, 5 November 2020.

Hal ini menunjukkan bahwa perekonomian Sulsel berjalan menuju proses pemulihan ekonomi.

Kemudian secara c-to-c (cumulative to cumulative) atau pertumbuhan secara kumulatif, triwulan ke II-2020 sebesar -0,51 persen sedangkan untuk triwulan III-2020 menjadi -0,71 persen.

Adapun secara q-to-q (quarter to quarter) pada triwulan ke III-2020 sebesar 8,18 persen, meningkat dari triwulan ke II-2020 dengan angka -0,41 persen.

Jika dibandingkan angka nasional 5,05 persen. Kecepatan pemulihan ekonomi di triwulan III ini untuk Sulsel jauh lebih cepat dibandingkan secara rata-rata nasional.

Hal ini membuat pemerintah Sulsel optimis pada q-to-q triwulan ke-IV-2020 juga akan tumbuh positif.

“Kecepatan pemulihan ekonomi di triwulan III untuk Sulsel jauh lebih cepat dibandingkan secara rata-rata nasional. Ini, monetum ini yang sangat baik ini, mudah-mudahan menjadi optimisme di triwulan ke IV yang sedang berlangsung,” harap Yos Rusdiansyah.

Senada, Nurdin Abdullah mengatakan bahwa berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah agar perekonomian semakin membaik di tengah pandemi Covid-19. Pemulihan ekonomi terus dilakukan.

“Artinya kerja-kerja pemerintah selama masa pandemi sudah sangat bagus. Nah kita harap kuartal keempat sudah semakin baik,” kata Nurdin Abdullah di Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel, Kamis, (5/11).

Lanjutnya, apa yang sudah dilakukan yang sangat berdampak pada pertumbuhan ekonomi akan dilanjutkan, yakni utamanya daya beli masyarakat didongkrak.

“Itu penting. Karena pertumbuhan itu kaitannya di situ. Kedua belanja pemerintah harus, karena kita berharap dari investasi mungkin semua negara mengalami hal yang sama di masa pendami ini,” sebutnya.

BPS Sulsel pada kesempatan ini juga menyampaikan fenomena-fenomena untuk pertumbuhan positif di Sulsel. Diantaranya, sektor perikanan, “new normal” juga termasuk faktor yang memicu permintaan perikanan. Produksi penangkapan ikan di laut selama kuartal III-2020 diperkirakan sebesar 91 ribu ton atau naik 13,83 persen dari kuartal ke 2-2020.

Sektor tranportasi, secara umum terjadi peningkatan signifikan dari konsumsi masyarakat terhadap tranportasi baik itu darat, laut dan udara. Dibandingkan triwulan II-2020. Jumlah penumpang yang berangkat melalui Bandara Hasanuddin meningkat signifikan tumbuh hingga 257 persen.

Bidang konstruksi juga bangkit, realisasi belanja modal APBN (kuartal III-2020 sebesar Rp607,1 miliar) naik 30 persen dari kuartal II-2020. Sedangkan realisasi DAK Fisik hingga Rp2,6 trilyun (Januari-September), naik 125 persen dari tahun lalu.

Sektor pengolahan terjadi peningkatan industri manufaktur selama triwulan III-2020. Demikian juga industri makanan dan minuman juga tumbuh signifikan.

APBD Sulsel, untuk realisasi Belanja Pegawai hingga september sebesar 2,22 trilyun rupiah atau naik 0,84 persen dari realisasi tahun lalu. Sedangkan belanja modal APBD Sulsel telah mencapai Rp404,3 trilyun (Januari-September) atau naik 41,3 persen dari tahun lalu.

Sedangkan fenomena negatif yang terjadi adalah di sektor pertanian, produksi padi sepanjang Januari hingga September 2020 diperkirakan sekitar 3,78 juta ton atau mengalami penurunan sekitar 0,5 juta ton atau 11,79 persen dibandingkan tahun lalu.

Dari rilis BPS tentang luas panen dan produksi padi di Sulawesi-Selatan pada 2 November yang lalu. Ada faktor luas panen yang berkurang dibandingkan tahun lalu. Hal ini diakibatkan banjir dan juga produktivitas yang berkurang karena hama pengerak batang.

Inflasi bulan September 2020 terhadap Juni sebesar -0,48 persen sedangkan September 2019 terhadap Juni 2019 sebesar 0,16 persen.

Untuk ekspor-impor, ekspor luar negeri secara q-to-q nikel naik sekitar 13,42 persen namun secara y-on-y turun 2,77 persen. Impor luar negeri secara y-on-y bahan bakar mineral (BBM) turun sebesar 89,59 persen.(*)