Bahaya Tidak Punya IZIN Bangunan Warehouse PT DPM akan Disegel

[responsivevoice_button voice="Indonesian Female" buttontext="Bacakan "] [responsivevoice_button voice="#" buttontext="Stop"]

MITRAINDONESIANews, Sumut – Bangunan warehouse milik PT Dairi Prima Mineral (PT DPM) yang berada di Dusun Huta Ginjang Desa Polling Anak-anak, Kecamatan Silima Punggapungga, Dairi, yang diduga tidak mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB) dan terancam disegel.

Pembenaran akan penyegalan itu dijelaskan Pemerintahan Kabupaten Dairi melalui Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Edy Banurea lewat telepon selulernya, Rabu (9/12/2020).

Terkait bangunan itu, pihak Satuan Polisi Pamong Praja sebagai penegak peraturan daerah (Perda), sebelumnya sudah memberikan teguran lewat surat tertulis terhadap PT DPM.

Kepala Sat Pol PP Dairi, Edy Banurea lewat telepon selulernya mengatakan, pihaknya sudah memberikan teguran kepada pihak PT DPM, agar proses pengerjaan sejumlah bangunan diantaranya warehouse (gudang logistik) dihentikan sementara sampai IMB dikantongi.

Diakuinya, surat teguran sudah 3 kali disampaikan. Bila mereka tetap bekerja, akan dilakukan penyegelan.

“Kita akan melakukan penyegelan. Sesuai standar operasional prosedur (SOP), penyegelan dilakukan 3 hari setelah disurati,” katanya.

Pantauan wartawan di lokasi, sejumlah pekerja melakukan aktivitas pekerjaan. Pekerja melakukan aktivitas di bagian atap dan di dalam warehouse.

Sementara dua security yang sedang jaga membenarkan adanya pekerjaan konstruksi. Bangunan dikerjakan dua kontraktor

Sementara itu, Manajer External Ralation PT. DPM Holy Nurrachman yang dihubungi lewat telepon, membenarkan bangunan warehouse yang sedang dibangun belum mengantongi IMB.

Ia juga membenarkan sudah menerima surat teguran sebanyak dua kali dari Pemkab Dairi melalui Sat Pol PP.

“Surat itu sudah dibalas, dan proses pekerjaan warehouse dihentikan sementara,” katanya.

“Sudah pernah diajukan pengurusan IMB, tetapi karena ada berkas yang kurang sehingga dikembalikan. Pengurusan IMB akan kembali diajukan setelah berkas/ dokumen pendukung lainnya disiapkan,” tambahnya.

Sejumlah pekerja melakukan konstruksi di lokasi, Holy mengatakan, belum mengetahui informasi tersebut. Sesuai instruksi, semua aktivitas pekerjaan untuk sementara dihentikan. Kendati demikian, pihaknya akan melakukan pengecekan.(*)