BPI Minta Dinas Bina Marga Provsu Tindak Kontraktor PT RA yang Diduga Abaikan SOP

[responsivevoice_button voice="Indonesian Female" buttontext="Bacakan "] [responsivevoice_button voice="#" buttontext="Stop"]

MITRAINDONESIANews, Batu Bara -Dinas Bina Marga Provsu diminta menindak Kontraktor PT RA yang mengerjakan proyek Jembatan Sei Titi Satu Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara,Sumatra Utara karena diduga tidak menerapkan Standart Operational Procedur (SOP) pada pekerjaannya.

Dugaan tidak menerapkan SOP diungkapkan Ketua Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara & Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA-RI) Kabupaten Batu Bara, Sultan Aminuddin melalui keterangannya kepada wartawan, Sabtu (26/12/2020).

Dikatakan pria yang akrab disapa Ucok Kodam itu, dugaan tersebut dikuatkan dengan peristiwa tiga remaja bersama sepeda motornya terjun bebas saat melintas di proyek jembatan Sei Titi Satu.

Namun peristiwa itu terjadi Jumat (25/12/2020), tiga remaja pengendara sepeda motor warga Desa Durian Kecamatan Medang Deras terjatuh atau terjun bebas ke dalam sungai. Akibatnya ketiga remaja malang tersebut mengalami luka ringan dan sepeda motornya rusak karena tenggelam di dalam sungai.

Hal itu,disebutkan Ucok Kodam, peristiwa itu diduga terjadi karena kontraktor (rekanan) proyek tidak membuat banner pemberitahuan dan garis line di sekitar proyek, sehingga keamanan pengguna jalan di sekitar proyek sangat minim.

“Ditambah lagi, proyek yang sudah 150 hari dikerjakan ini tidak menyiapkan jalur alternatif yang layak untuk dilalui,” kata Ucok.

Salah seorang remaja yang terjun bebas ke sungai di lokasi proyek ini mengatakan, kalau jembatan alternartif nya sangat susah dilalui karena berlubang-lubang.

Selain diduga tidak memenuhi SOP, menurut Ucok Kodam, proyek senilai Rp 5.284.430.300 ini juga diduga berbau markup yang berpotensi merugikan negara.

Berdasarkan investigasinya di lapangan, Ucok Kodam melihat berbagai indikasi kecurangan dan penyimpangan yang terjadi pada proyek yang dikerjakan PT RA.

“Hari Rabu kemarin kami turun untuk investigasi pada proyek itu. BPI melihat adanya kejanggalan pada diafragma, penggunaan triplek yang seharusnya ketebalan 12 mm namun dipasang triplek ketebalan 9 mm itupun bahan bekas dan banyak yang lainnya,” ucapnya.

BPI juga menemukan abutment (penahan bahu jalan jembatan) telah mengalami retak vertikal dan terlihat jelas dengan adanya tambalan atau sisipan di titik yang retak. Bahkan Abutment juga belum rampung padahal sudah dipenghujung tahun 2020.

”Saat Kami melihat abutment penahan bahu jalan jembatan telah mengalami retak vertikal dan adanya tambalan pada titik yang retak padahal fungsi abudment sangat vital untuk menahan beban jembatan, itu sangat membahayakan kelak bagi pengguna jalan,” tandas Ucok.

Terkait temuan pihaknya, Ketua BPI KNPA Batu Bara itu mengatakan akan melakukan pengusutan hingga tuntas atas kerugian negara yang dilakukan kontraktor PT RA.

“Kita sudah ambil sample adukan semen dan pasir pada tembok penahan tanah yang diduga kualitas adukannya tidak sesuai,” jelasnya membuktikan keseriusan BPI.(*)