Menakar Kembali KAKAO Awal muda Perkebunan Penduduk Pulau Sebatik

[responsivevoice_button voice="Indonesian Female" buttontext="Bacakan "] [responsivevoice_button voice="#" buttontext="Stop"]

 

NUNUKAN, MITRAINDONESIAnews.com – Salah satu sentra penghasil kakao dikabupaten nunukan kaltara yang sangat potensial dan sebagai penopang ekonomi daerah dalam perkembangan sektor perkebunan adalah pulau sebatik yang secara administratif merupakan bagian kabupaten nunukan yang berbatasan lansung dengan negara malaysia baik darat dan laut.komoditas sudah lama dikembangkan oleh petani di pulau sebatik sebagai komoditas perdagangan antar negara diwilayah perbatasan indonesia dan malaysia.ujar Hari murtiyoso, Minggu 28/ 12/2020

salah satu kecamatan yang masih bertahan tanaman kakao adalah kecamatan sebatik tengah kabupaten nunukan kaltara.walaupun sebagian sudah beralih pungsi tanaman sawit umumnya di pulau sebatik namun masih banyak yang bertahan tanaman kakao warga kecamatan sebatik tengah walaupun sudah banyak yang alih pungsikan tanaman sawit namun tidak semuanya warga yang punya lahan perkebunan dipulau sebatik tetap memilih tanan kakao.

biji kakao yang dihasilkan oleh petani indonesia biasanya di jual ketawau yang pengolahannya masih secara tradisional yang berupa biji kering kakao yang tidak difemintasi dan digunakan sebagai bahan baku industri coklat.pengembangan kawasan perbatasan dilakukan dengan mengubah arah kebijakan dari orientasi kedalam sebagai wilayah pertahanan menjadi orientasi keluar yang menempatkan kawasan perbatasan sebagai wilayah pertahanan dan meningkatkan aktivitas perekomian ujarnya.

saat ini pulau sebatik terdiri lima kecamatan ya itu sebatik induk sebatik barat,sebatik timur,sebatik utara,sebatik tengah,pulau sebatik merupakan salah satu pulau terluar yang menjadi prioritas utama pembangunan kerana berbatasan lansung dengan negara tetangga dalam dokumen rencana induk pengelolahan perbatasan negara.

Secara umum usaha menanam kakao yang dilakukan petani dipulau sebatik merupakan akan kebutuhan hidup.yang mendorong untuk giat bekerja agar menghasilkan keuangan yang lebih besar untuk pemenuhan hidup.salah satu warga desa maspul saat media temui bernama sabah bahwa hingga hari ini saya masih tetap tanaman kakao dilahan perkebunan orang tua saya walaupun sudah ada sebagian di alih pungsikan tanaman sawit.namun sangat memeras tenaga sekali.dia mengharapkan agar pabrik kakao yang ada di desa sungai limau bisa membeli hasil biji kering kakao yang kami keringkan sendiri menggunakan sumber matahari ujarnya

warga desa ini sangat mendukung penanaman kakao di pulau sebatik apalagi harga tinggi dibelikan oleh pembeli atau dari pemerintah itu sendiri untuk memberikan hasil yang lumayan kepada petani kakao dipulau sebatik walaupun sudah banyak yang menanam kelapa sawit dipulau ini.sabah berkata bahwa kami sangat bangga jika ada pabrik kakao dipulau sebatik lebih lagi pabrik itu hanya tiga yang ada di 34 provinsi se indonesia salah satunya ada dipulau sebatik kecamatan sebatik tengah kaltara agar bisa beroperasi dengan maksimal agar petani kakao dipulau sebatik tidak terlalu bergantung pada tanaman sawit ujarnya, (Sahabuddin)