Manager PT Bridgestone dan 2 Anaknya, Aniaya Youvanry Purba Hingga Tewas

[responsivevoice_button voice="Indonesian Female" buttontext="Bacakan "] [responsivevoice_button voice="#" buttontext="Stop"]

MITRAINDONESIANews, Simalungun – Oknum Manager PT Bridgestone Sumatera Rubber Estate (BSRE), HN bersama anaknya, AR (16) dan IM (15) diduga sebahat menganiayai, Youvanry Aldryansyah Purba (21) warga Komplek SD 2 Serbelawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun,Sumatra Utara hingga tewas.

Hal itu terungkap saat Satuan Reskrim Polres Simalungun menggelar adegan rekonstruksi (rekon) penyebab tewasnya di halaman kantor Sat Reskrim di Pematang Raya, Senin (04/01/2021).

HN sebagai pemilik rumah atau Tempat Kejadian Perkara (TKP) berperan menangkap Youvanry. Lalu memukul wajah korban, kemudian mengikatnya dengan tali. Selanjutnya memukul kepala korban menggunakan telenan atau lajim disebut orang Batak.

Kemudian AR memukul korban secara berulang-ulang dengan tangan dan memijak tubuh korban. Selanjutnya mengambil tali pinggang guna mengikat kedua kaki korban. adiknya IM menendang wajah korban dan memijak punggungnya.

Siksaan itu kembali dialami korban. HS selaku petugas security PT BSRE mengikat dan memijak badan korban dengan kakinya. Kemudian menekan dada dan memukul wajah korban lalu menekan pinggang korban dengan lutut dan mengunci tangannya ke belakang punggung.

Pada peragaan adegan ke 21, saat korban meronta dan berusaha melepaskan diri dari para tersangka (meskipun sudah diikat dan meronta mencoba kabur). Tersangka HN kembali memukul kepala korban menggunakan telenan.

Di adegan ke 8 dan 9 dijelaskan, saat korban hendak melarikan diri berhasil ditangkap terlebih dahulu oleh HN dibantu kedua anaknya, AR dan IM.

Dalam keadaan terlentang di lantai teras rumah HN, HS langsung menekan dada korban menggunakan lutut kaki kanannya dan dibantu AR dan IM (adegan ke 10) sembari meneriaki maling….maling..maling.

 

Berselang beberapa saat datang 2 orang petugas security lainnya, HSD dan HS ke TKP. Langsung membantu HS dengan mengambil alih dan menarik tangan korban ke bagian belakang badan korban. Sehingga posisi korban telungkup (adegan ke 11). Dalam keadaan telungkup, korban konon berusaha bangkit dengan meronta melepaskan diri.

Namun sigap dan terlatih oknum security, HSD memiting leher dan kepala korban yang dalam keadaan telungkup. Saat memiting leher dan kepala korban, paha sebelah kiri HSD sempat digigit korban (adegan ke 21)

Saat posisi korban sudah dalam keadaan kakinya terikat, datang SPL petugas security lainnya dan langsung membantu para tersangka lainnya dengan menangkap tangan kanan korban. Sementara tangan kiri korban dipegang HS dan H.

Korban terus berusaha meronta-ronta walaupun dalam posisi terlentang (adegan ke 20) dan terus berusaha menghindar saat akan diikat kembali. Dalam posisi telungkup, SPL menduduki bagian belakang dan mengunci menarik tangan kiri korban.

Aksi itu dibantu HS dengan menarik tangan kanan korban ke belakang punggungnya. Selanjutnya HSD memijak-mijak kaki korban. Pada saat berusaha melepaskan diri, HN kembali memukulkan telenan ke arah kepala korban.

Lalu HN memanggil petugas security ZN dan SA untuk memborgol tangan korban. Diduga pada saat itu korban sudah tewas.

Hal itu diperkuat keterangan SA yang mencoba mengecek urat nadi leher korban dan sudah tidak berdenyut lagi. (*)