Sesuai instruksi Gubernur,”Pemkab Nunukan kembali akan berlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat

[responsivevoice_button voice="Indonesian Female" buttontext="Bacakan "] [responsivevoice_button voice="#" buttontext="Stop"]

 

NUNUKAN, MITRAINDONESIAnews.com – Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) terus saja meningkat, dan tercatat angka kematian sudah 11 orang pasien yang meninggal terkomfirmasi Positif, data release dari satgas Covid-19

Sesuai instruksi Gubernur nomor 370/0088/BPBD/GUB,  Gubernur Kaltara tentang PPKM Dalam Pencegahan Covid-19 dan Penguatan Pos Pengamanan Pos Terpadu Covid-19 di Kaltara,Dan menindaklanjuti instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 1 Tahun 2020. Bupati dan Wali Kota diimbau untuk mengoptimalkan kembali posko Satgas Covid-19 di kabupaten/kota hingga ke tingkat desa.

Kabag Humas Pak Hasan Basri Mursali saat di hubungi melalui telpon gengamnya pada jendelakaltara.co Senin,(25/01/2021) di tanya terkait intruksi Gubernur kaltara tentang PPKM yang dimaksud menyampaikan sebenarnya Pemkab Nunukan sudah melakukan itu jadi saya fikir tidak ada kendala karna memang jauh sebelum pak gubernur mengeluarkan Instruksi itu,kami sudah mengeluarkan Surat Edaran.

“Jadi pada saat status Kab.Nunukan masuk zona merah, Bupati lansung memerintahkan untuk melakukan Pembatasan berskala Lokal, Melalui Surat Edaran (SE) Nomor 1 tahun 2021 tertanggal 8 Januari 2021, hanya saja hari ini akan berakhir,jadi itu akan kita perpanjang lagi,ini kita masih menunggu tanda tangan Bupati dan akan di perpanjang sesuai Instruksi Gubernur, “Terangnya.

“Hasan basri menambahkan, bahwa aturan ini kita akan mulai besok tanggal 26 Januari sampai 2 minggu kemudian dan kita akan evaluasi terus, kalau misalnya ada penurunan jumlah kasus Pasien Covid-19 selama 14 hari pemberlakukan Aturan ini,mungkin kita akan cabut surat edarannya,karna ini terkait juga dengan peningkatan ekonomi, usaha usaha kecil itu kan juga butuh untuk pendapatan mereka, Ungkapnya. Jkr2

 

Laporan : Sahabuddin