Kunjungan Perdana Komisi II DPRD Provensi di SKPT Sebatik

NUNUKAN, MITRAINDONESIAnews.com – DPRD provinsi kalimantan utara komisi II Muh. Khoiruddin, S.Hi dan Staf di skpt Sentra kelautan perikanan terpadu (SKPT) sebatik pada hari kamis 28 Jan 2021. Dalam kunjungan tersebut pihak SKPT sebatik oleh Iswadi Rachman, SP didampingi bbebrap staf (Suparmoko, S.St.Pi,dan Ignasius Ile S.ST.Pi)

Menyampaikan perkembangan operasional SKPT sebatik serta menyampaikan aspirasi dan permasalahan dan solusi untuk ditindak lanjuti salah satunya tentang usulan pembukaan jalur perdagangan laut lintas negara dan regulasi penunjukan SKPT sebagai pelabuhan ekspor impor hasil perikanan.
Dalam penyampaian Muh Khoiruddin mengatakan bahwa kunjungan ini perdana bagi DPRD provinsi khususnya koimisi II dan akan berlanjut dikunjungan berikutnya dengan membawa semua komisi II bersama stakeholder lainnya ujar khoiruddin

Dalam pernytaannya juga akan menyampaiakn data awal yang telah dsampaikan oleh Kepala unit SKPT ketingkat dewan untuk menindaklanjuti permasalahan yang terjadi dilapangan pertama dermaga tidak memiliki trestel (T)untuk dan tempat sandar kapal permanen kata kanit pa iswadi di skpt sebatik

Dengan panjang dermaga 750 meter masih berpengaruh terhadap pasang/surut air laut untuk kapal ukuran 20gt dibawah dermaga terdapat sisa sisa tumpukan kayu keras dan tiang dermaga dan sisa kegiatan pembangunan dermaga dan ini dirasa membahayakan keselamatan kapal perikanan yang akan mau beraktivitas di dermaga belum ada istalasi perpipaan di sepanjang dermaga guna menyalurkan pembekalan air tawar dari darat ke dermaga kapal. SKPT sebatik punya peran sekali tentang roda perokomanian terhadap masyarakat khususnya nelayan pulau sebatik untuk dibawa lansung ke SKPT sebatik dengan hasil tangkapan ikan para nelayan tersebut

SKPT sebatik yang berada di desa sungai pancang rt 01 kecamatan sebatik utara kabupaten nunukan kaltara satu satunya yang ada dipulau sebatik dan ini satu kebanggaan warga pulau sebatik yang berbatasan lansung negara tetangga malaysia indonesia.tentang belum maksimalnya pengawasan dilaut dan aktivitas perdagangan yang masih banyak ilegal belum maksimalnya penertiban dokumen kapal yang diterbitkan oleh KSOP pemprov kaltara belum menertibkan tangkahan yang ilegal yang berada didaerah pesisir ujarnya

Operasional SKPT sebatik pada tahun 2019 rata rata perbulan 574 ton dengan nilai rata perbulan 25,5 m dengan penurunan sekitar 37,6% dari tahun 2019 dengan produksi ikan tahun 2019 selama 12 bulan perolehan 492 milyar.namun angka tersebut pada tahun 2020 turun sangat drastik sekali disebabkan covid 19 dalam musim pandemi sekitaran 200 milyar lebih.skpt sebatik memiliki banyak kemudahan tentang pelayanan mulai untuk mengurus SKA serta BPJSTK serta pelayanan PTSP provinsi yang ada di skpt sebatik dan lain lain lagi sungguh banyak kemudahan termasuk modal usaha khusus para nelayan tangkap ikan ujar iswadi

Dengan hasil kunjungan DPRD provinsi komisi II dan usulan skpt sebatik tentang izin impor ikan agar mudah diurus oleh pengusaha ikan di pulau sebatik agar pengawasan STAKEHOLDER dengan ikan yang dibawa masuk ke sebatik itu agar sudah resmi dari bea cukai kabupaten nunukan kerana ikan yang masuk ke pulau sebatik itu semuanya masih ilegal ujarnya

SAHABUDDIN