Diduga Rokok Ilegal Beredar Di Kab.Soppeng

 

SOPPENG, MITRAINDONESIAnews.com – Dengan adanya rokok merek MARTEL beredar seharga eceran Rp.10.000 (sepuluh ribu rupiah) per 1 bungkus yang ditemukan di sejumlah kios wilayah kabupaten soppeng tampa di pasangi pita cukai yang di duga milik pengusaha rokok di cabbenge (H.J) juga selaku ketua asosiasi pengusaha rokok di kabupaten soppeng .

Rokok martel di buat dengan mesin di kawasan hasil tembakau bentengnge, kelurahan ompo, kecamatan lala bata, kabupaten soppeng Sulawesi Selatan (Sulsel).

Dari hasil pantauan wartawan media mitraindonesianews.com di lapangan dimana terdapat beberapa pekerja ditempat produksi rokok tersebut, senin, 01/02/2021 sekira pukul 11:37 Wita

Salah satu sumber pekerja yang tidak disebutkan namanya saat dimintai keterangan, kepada wartawan mengatakan “Kalau rokok yang di produksi di sini lengkap semua pak, bisa kita tanya lansung ke bea cukai pare-pare atau perpajakan sini ,” Kata Sumber.

Lanjut sumber menerangkan “Rokok MARTEL itu milik pak H.JY di Cabbeng dan di sini memang banyak pengusaha rokok pak, tapi untuk lebih jelasnya lansungki saja ketemu sama pak, Haji karena dia selaku ketua asosiasi pengusaha rokok. Terang sumber.

Di lain tempat, Jufri selaku Direksi Perusahaan Daerah (Perusda) Kabupaten Soppeng saat ditemui awak media. Selasa, 02/02-2021 pukul 14:47 Wita justru mengklaim keberatan sembari bertanya soal rekaman wartawan, Jufri mengatakan “Saya sangat keberatan kalau ada yang selalu mengatakan ada rokok ilegal-ilegal di soppeng ini, apa anda merekam.? kalau anda merekam, saya juga merekam. Katanya dengan bernada sedikit tinggi.

Saat ditunjukan foto rokok yang tidak ada pita cukainya, Jufri menjawab “Kalau ini tidak ilegal pak, yah tidak ilegal apa lagi itu rokok Martel milik H.JY yang tinggal di Cabbeng dan sebenarnya salah satu yang patut kita syukuri di soppeng ini dengan adanya usaha rokok di bentengnge, yang bisa mempekerjakan beberapa warga sekitar agar bisa mendapatkan hasil, apa lagi masa sekarang masa pandemi, kasian juga warga kalau harus Putus Hubungan Kerja (PHK).

Sementara itu, H.JY yang beberapa kali untuk di konfirmasi wartawan di kediamanya belum lama ini, tidak berhasil di temui, saat dihubungi melalui via Callulernya namun tidak ada jawaban, sedangkan saat di hubungi melalui via chat WhatsApp pribadinya, juga tidak ada balasan.

Dengan demikian, dan sehingga berita ini di terbitkan, kuat adanya pengelolaan Produsen rokok Martel tersebut tidak lengkap.persyaratan untuk pengelolan dan diduga melanggar pasal 56 Undang-Undang RI Nomor 39 Tahun 2007 Tentang Cukai.

Laporan : Firman