18 Santri TPA Darusshalihin mendapatkan santunan Yatim & Dhuafa dari YBM PLN UP2B Sistem Makassar dan IZI perwakilan Sulawesi Selatan

[responsivevoice_button voice="Indonesian Female" buttontext="Bacakan "] [responsivevoice_button voice="#" buttontext="Stop"]

 

GOWA,MITRAINDONESIAnews.com – Tim IZI perwakilan Sulawesi Selatan bersana YBM PLN UP2B Sistem Makassar memberikan santunan kepada anak Yatim dan Dhuafa santri di TPA Darusshalihin.05 Februari 2021

Sebanyak 18 santri TPA Darusshalihin mendapatkan santunan Yatim-Dhuafa dari kerjasama YBM PLN UP2B Sistem Makassar bersama dengan IZI perwakilan Sulawesi Selatan. Pemberian santunan kepada anak (santri) Yatim dan Dhuafa ini merupakan program rutin yang dilaksanakan oleh kedua Yayasan setiap bulannya, yang ditujukan untuk santri-santri TPA.

Pada awal februari, program ini dilaksanakan di TPA Darusshalihin yang terletak di Kampung Laccu-laccu, dusun Bontotangnga, desa Bontosunggu, kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa. Untuk menjangkau lokasi tersebut, tim IZI melewati lorong-lorong kampung yang hanya mampu dilewati dengan kendaraan roda dua, karena lebar jalan yang tergolong sempit.

Ustadz Aleindra Setiawan, selaku salah satu pembina di TPA Darusshalihin mengucapkan banyak terima kasih kepada tim IZI dan juga kepada donatur YBM PLN UP2B Sistem Makasaar, atas support santunan kepada santri-santri yang membutuhkan uluran tangan dari para dermawan. “Terima kasih atas kunjungan dan santunan yang diberikan kepada santri kami. Banyak dari mereka yang memang ekonomi keluarganya tergolong rendah, namun insyaAllah mereka yang mendapatkan bantuan ini adalah betul-betul yang membutuhkan uluran tangan dari dermawan-dermawan sekalian”.

Saat ditanya oleh relawan IZI, untuk apa digunakan nantinya santunan tersebut, salah satu penerima manfaat dengan semangatnya menjawab untuk diberikan kepada orang tuanya dan beli lauk-pauk. Namanya Airin. Dia menjawab, “saya mau berikan kepada Mama, untuk beli ikan dan telur. Nanti juga mau beli snack jika masih ada lebihnya”.

Ditengah maruknya pandemi yang juga menimpa Negeri Indonesia tercinta ini, para santri TPA tetap semangat belajar Al-Qur’an dan menghafalkannya, walau harus datang pada waktu-waktu tertentu dan secara berkelompok yang dibatasi jumlahnya.