Jelang HUT Pinrang Ke-61, Lima OPD di Pinrang di Demo Jaksa Indonesia

[responsivevoice_button voice="Indonesian Female" buttontext="Bacakan "] [responsivevoice_button voice="#" buttontext="Stop"]

MITRAINDONESIANews, Pinrang – Menjelang peringatan hari jadi Ke-61 Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan (Sulsel) kelompok mahasiswa yang menyatakan sebagai pengurus Jaringan Aktivis Mahasiswa (Jaksa) Indonesia mengadakan aksi demo berunjukrasa yang digelar di lima OPD (Organisasi Perangkat Daerah) di jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pinrang, Rabu 17/2/2021.

Dalam aksi demo tersebut Jaksa Indonesia menyampaikan orasi di depan kantor. Dinas Kesehatan Kabupaten Pinrang jalan Sukawati. Kemudian dilanjutkan di Kantor Dinas Sosial, Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, lalu menuju ke Kantor Dinas PSDA yang beralamat di jalan Gatot Subroto Pinrang. Kelompok mahasiswa yang menyatakan dirinya sebagai Jaksa Indonesia (Jaringan Aktivis Mahasiswa Indonesia) yang berjumlah kurang lebih 50 orang ini melanjutkan aksinya ke Kantor Bupati Pinrang lalu menuju ke Polres Pinrang. Dalam orasinya didepan Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Pinrang jalan Sukawati para peserta demo menyampaikan poin poin temuan BPK RI tahun 2019. Salah satunya adalah LPJ Puskesmas Leppangang Kecamatan Patampanua yang bermasalah. Kemudian peserta aksi demo menuju Kantor Dinas Sosial Pinrang.

Didepan Kantor Dinas Sosial Pinrang mereka menyampaikan temuannya yaitu terkait BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) yang menurutnya ada dugaan korupsi dan juga ada dugaan persekongkolan antara pihak suplayer dan pihak Dinas Sosial sehingga masyarakat hanya menerima bantuan seadanya.

Di Kantor Dinas Sosial tak satupun personilnya yang memberikan tanggapan atau klarifikasi.

Selanjutnya kelompok Mahasiswa ini menuju ke Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan jalan Gatot Subroto Pinrang.

Dalam orasinya mahasiswa menyampaikan dugaan adanya kelebihan anggaran dana BOS sebesar Rp 1,776 M, sebuah angka yang cukup pantastik “Kami punya data dan kami punya bukti dari hasil pemeriksaan BPK RI Perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan” Kata salah satu orator. Didepan massa aksi mahasiswa tersebut disambut oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muzakkir Spd Mpd.

Muzakkir menyampaikan informasi dan klarifikasi dihadapan aksi demo terkait dengan temuan BPK tahun 2019 mengenai dana BOS tersebut, kepada kelompok mahasiswa menyebutkan “Dana BOS afirmasi dan kinerja itu keluar pada akhir tahun sementara anggaran perubahan APBD

Kabupaten Pinrang disahkan oleh DPRD pada bulan Agustus. Jadi bukan hanya di Kabupaten Pinrang tetapi semua Kabupaten yang ada di seluruh Indonesia pasti ada selisih karena dana Bos afirmasi dan kinerja ini merupakan dana bantuan DAK non fisik dari APBN yang di transfer langsung oleh Kementerian Pendidikan ke rekening sekolah, akan tetapi dijabarkan melalui peraturan bupati disebabkan oleh pengesahan anggaran perubahan oleh DPRD pada bulan Agustus, jadi apa yang disampaikan tadi mahasiswa itu sangat betul sekali,” Kata Muzakkir.

Kendati demikian, Mahasiswa langsung mempertanyakan kemana selisih anggaran tersebut namun Musakkir Kulasse hanya berjanji akan menjawab pertanyaan Mahasiswa melalui surat lalu buru buru mengahiri jawaban yang diminta penjelasan dari mahasiswa.

Dari Kantor Dinas Dikbud, peserta aksi beralih menuju Kantor Dinas PSDA. Dan dalam orasinya, juga mereka menyampaikan hasil temuan dari BPK terkait adanya empat proyek irigasi tahun pekerjaan 2019 yang volume pekerjaannya ditemukan berkurang sehingga harus dilakukan pengembalian uang negara.

 

Kepala Dinas PSDA Kabupaten Pinrang M.Jenal Jabir menyambut aksi demo di luar halaman kantor Dinas PSDA Pinrang dan didepan para peserta aksi, Jenal menyampaikan klarifikasi dan mengatakan “Mengenai hasil temuan BPK terkai pekerjaan irigasi salo Dewata itu, sudah dilakukan pengembalian dana sebanyak 180 juta dari pagu anggaran 700 juta dan bukti setorannya ada. selanjutnya pekerjaan di Parigi juga ada pengembalian sebanyak 34 juta,lalu Palonga 87 juta serta terakhir Labuangnge sebanyak 3 juta,ini semua sudah di kembalikan,” Kata Jenal yang menjelaskan.

 

Kendati demikian, mahasiswa mengungkapakan dimana temuan BPK tersebut diterima pada akhir tahun yakni, 12 Desember 2020 dan tidak terdapat lampiran bukti pengembalian yang di maksud.

 

Sementara itu, demo tidak hanya berakhir di PSDA Pinrang tetapi aksi demo juga rencananya digelar di depan Kantor BKUD Pinrang namun pengunjukrasa hanya di ijinkan menyampaikan orasinya di depan kantor Bupati Pinrang jalan Bintang untuk melakukan aksinya sebab Kantor BKUD yang letaknya berada di kompleks Kantor Bupati Pinrang kemudian para pengunjukrasa diterima Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Pinrang, Abd Rahman Usman yang terkesan sebagai “penjaga gawang”

Jaksa Indonesia menyampaikan orasinya mengenai adanya temuan BPK-RI tahun 2019 tentang dana hibah sebesar 563 juta rupiah yang tidak ada pertanggung jawabannya dan adanya sebanyak 74 kendaraan dinas yang belum dikembalikan.

Sementara Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Pinrang yang menyambut kedatangan pengunjukrasa, kepada mahasiswa Jaksa Indonesia mengatakan “Saya mewakili pak Bupati Pinrang menyampaikan permintaan maaf, karena Bapak Bupati sedang berada di Makassar untuk mengundang Bapak Gubernur datang menghadiri perayaan hari jadi kabupaten Pinrang yang Ke-61, dan kami juga mengapresiasi apa yang di suarakan oleh adik adik mahasiswa, dan Insya Allah aparat sipil negara Kabupaten Pinrang dibawah pimpinan H Irwan Hamid akan siap mempertanggung jawabkan semua perbuatan baik di depan hukum maupun di depan Tuhan Yang Maha Esa,” Ucap Kabag Kesbangpol Pinrang.

Dari rangkaian gerakan aksi mahasiswa ini, Ketua Umum Jaksa, Abd .Rahman dalam orasinya mengatakan “Pergerakan aksi ini adalah murni dari teman teman mahasiswa yang tidak di intervensi oleh siapapun walau selama ini kami sering di ancam dan di teror melalui telpon, tetapi kami tidak takut karena ini adalah demi kepentingan dari masyarakat Pinrang pada umumnya,” Tegas Rahman Ketua umum pengurus Jaksa Indonesia.

Usai melakukan aksinya di depan Kantor Bupati Pinrang selanjutnya, para mahasiswa kemudian menuju ke Polres Pinrang untuk melakukan pelaporan secara lisan yang sebelumnya sudah di laporkan di Polda Sulsel Makassar.

“Adik adik mahasiswa datang ke Mapolres Pinrang untuk menyampaikan pelaporan secara lisan terkait hasil kegiatannya hari ini juga menyampaikan terimakasihnya Kepada Kepolisian yang telah mengawal aksi demo mereka yang berjalan tertib dan aman sekaligus mereka akan pamit tuk pulang,” kata sumber kepolisian di Polres Pinrang.

Ditemui secara terpisah Ketua LSM Kompak Muh Sinrang Rais SH mengatakan “Mahasiswa ini sangat perlu mendapat apresiasi dari semua unsur elemen yang ada dan harus mendapat atensi yang serius dari aparat penegak hukum dan kepada semua aparat penyelenggara negara khususnya yang ada di Kabupaten Pinrang agar keberadaan mahasiswa ini jangan di pandang sebagai virus tetapi jadikanlah sebagai motivator semangat kerja agar Pinrang kedepannya dapat lebih baik dan terbebas dari Korupsi,” Ujar Sinrang Rais.

Sinrang Rais juga menyampaikan apresiasinya kepada pihak kepolisian polres Pinrang yang telah mengawal aksi adik adik mahasiswa hingga aksi tersebut dapat berjalan tertib, lancar dan aman,” Ucap Sinrang Rais SH, Ketua LSM Kompak.

(Sal/Rah/Has).