“Tengkulak” BBM Dari Luar Daerah ‘Kuras’ Premium Disejumlah SPBU di Pinrang

[responsivevoice_button voice="Indonesian Female" buttontext="Bacakan "] [responsivevoice_button voice="#" buttontext="Stop"]

Pinrang, mitraindonesianews.com — Dari hasil pemantauan dilakukan Tim Media ini menemukan sejumlah “Tengkulak” Bahan bakar Minyak (BBM) asal Kabupaten Polewali Mandar (Polman) setiap saat seruduk Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan (Sulsel).

Kehadiran para Tengkulak itu diduga keras bekerjasama dengan oknum pihak SPBU di sejumlah tempat.

Oknum di SPBU diduga menerima fee dari Tengkulak dengan menarik biaya pompa sebesar Rp:5000 hingga Rp:10000 Rupiah.

Tidak hanya itu, ada oknum lain juga diduga ikut terlibat menjadi backup kawanan Tengkulak asal Polman itu dan menerima setoran fee sehingga aksi para Tengkula BBM tersebut sulit di hentikan

“Tarif ‘Upeti’ adalah setoran perbulan dari Tengkulak kepada oknum tertentu antara Rp:300 hingga Rp:500 per 1 Tengkulak perbulannya”

Setiap Tengkulak mampu menguras BBN di SPBU daerah Pinrang hingga mencapai 30 hingga 80 jerigen per Tengkulak.

Usaha BBM Illegal tersebut di sinyalir sudah berlangsung sejak tahun Ketahun mengakibatkan kelangkaan BBM jenis Premium sehingga tak heran ketika Premium di kabupaten Pinrang menjadi langka.

Di SPBU Macorawali Jalan Jampu Kelurahan Macorawali Kecamatan Watang Sawitto Pinrang nyaris “setiap malam para tengkulak itu melakukan aksinya di waktu subuh sementara itu, Anas selaku pihak SPBU Maccolrawalie saat di hubungi awak media melalui Via Callulernya beberapa waktu lalu, tak ada jawaban dan setelah dihubungi melalui pesan Via WhatsApp nya pun tidak dibalas”.

Tidak hanya itu, dibeberapa SPBU di daerah Pinrang lazimnya menjadi lahan empuk bagi oknum yang ambil bagian diduga bermain dan tak peduli tindakan mereka melanggar ketentuan Undang Undang Minyak Bumi dan Gas (Migas).

Premium adalah salah satu jenis BBM menjadi ‘Primadona’ yang diperebutkan sebab itu berpotensi menunjang isi kantong pribadi”.

Sedangkan di SPBU Massila Kecamatan Duampanua Pinrang juga “terpantau dan diduga melakukan praktik Illegal Migas yang sama namun taktiknya berbeda dimana, lampu penerang stasiun SPBU dimatikan sambil melakukan penyulingan”.

Ada yang menarik dalam kegiatan ini “rupanya cukong cukong karyawan yang seharusnya bertugas di SPBU sekaligus bisa menolak pengisian Jerigen malah diduga ikut memfasilitasi pengisian jerigen milik para tengkulak tersebut sehingga, tak heran ketika usaha Illegal itu kemudian menjadi lancar”.

Sumber warga Pinrang yang tidak bersedia disebutkan namanya di media ini mengaku kesal karena kelangkaan BBM di Kabupaten Pinrang “saya kesal karena Premium di SPBU di Pinrang ini menjadi langka ,” Kesalnya.

Keluhan yang sama juga di ucapkan dari sejumlah yang mengaku kesulitan mendapatkan Premium di SPBU “Dari tadi saya ikut antre disini pak tapi belum juga dapat giliran pengisian Premium karna banyaknya kendaraan yang antre disini ” Ujarnya salah soeorang sopir yang sedang antre.

Sehingga berita ini di publikasikan, warga Pinrang berharap kepada pihak yang berwajib agar dapat mengatasi masalah ini dan memproses oknum oknum yang diduga sebagai biang kerok atas kelangkaan BBM di sejumlah SPBU di Pinrang.

di SPBU Ruba’e Kecamatan Mattiro Bulu Pinrang juga diduga keras menjadi “sasaran empuk para tengkulak BBM asal Polman”.

Sumber yang tidak bersedia disebutkan namanya di media ini menyebutkan banyaknya kendaraan mini bus yang digunakan mengangkut BBM dan jumlahnya diperkirakan mencapai kurang lebih 15 kendaraan roda empat dan sumber mengatakan “Jumlah Mobil yang jadi pemain di SPBU kurang lebih 15 kendaraan asal Polman”.
(Sal/Sae/Rah/Has).