Pembangunan Penginapan Disparpora Topejawa diduga Curi star dan dipecah jadi 6 paket

[responsivevoice_button voice="Indonesian Female" buttontext="Bacakan "] [responsivevoice_button voice="#" buttontext="Stop"]

 

TAKALAR, MITRAINDONESIAnews.com – Selain Curi Star  Proyek Pekerjaan Pembangunan Penginapan Disparpora di desa Topejawa kecamatan Mangarabombang Kabupaten Takalar tahun 2020 diduga di pecah menjadi enam paket

Dimana pembangunan Penginapan dua (2), tiga (3), empat (4), lima (5), dan enam (enam) curi start, karena belum ada kontrak pekerjaan sudah berjalan kurang lebih satu (1) Minggu pada bulan Desember 2020

Hal ini dibuktikan pada saat wartawan dari media ini menyambangi lokasi Proyek tersebut pada tanggal 13 Desember 2020, dimana belum ada  penyedia yang tertayang di Portal LPSE Sekretariat Daerah

“Belum ada penyedia yang tertayang di Portal Penyedia sementara pekerjaan sudah satu Minggu dikerjakan”,

Sememtara Ketua LBH-MIM Hadi Sosetrisno, S.H., angkat bicara, bahwa Curi star dalam pekerjaan kontruksi di pengadaan barang dan jasa itu sudah jelas dikategorikan korupsi, dan kuat dugaan penyedia dengan Dinas terkait ada konspirasi (persekongkolan jahat) di dalam,” kata Hadi.

Lanjut kata Hadi,” Selain Curi star pekerjaan pembangunan penginapan terkesan Dinas memecah paket, dimana dalam satu lokasi dan model pekerjaan sama.

“Ini jelas, dinas dengan sengaja Menghindari pelelangan karena pekerjaan penginapan tersebut satu lokasi dengan model yang sama,” jelas Ketua LBH-MIM.

Lebih jauh, Hadi menambahkan regulasi pekerjaaan jasa konstruksi, sudah sangat jelas di dalam undang-undang dan peraturan perundangan-undangan, salah satu nya adalah tentang pengadaaan barang dan jasa mengacu pada PEPRES Nomor 16 Tahun 2018 Sebagaimana telah diubah dengan PEPRES 12 tahun 2021 Tahun 2018 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa/Pemerintah,” tutup Hadi.