Ini Tanggapan Kepala UPTD Terkait Dugaan Pungli di Kawasan Kanrerong

[responsivevoice_button voice="Indonesian Female" buttontext="Bacakan "] [responsivevoice_button voice="#" buttontext="Stop"]

MAKASSAR, mitraindonesianews.com – Kasus dugaan pungli yang terjadi di kawasan kuliner Kanrerong Karebosi yang telah bergulir di Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar sejak enam lalu mendapat respon dari Kepala UPTD Kanrerong, Muhammad Said.

Muhammad Said mengatakan, inshaa Allah tidak ada pungli sewa menyewa dan jual beli lapak di Kanrerong Karebosi.

“Terkait pungli Rp 10 ribu jalas sekali bahwa itu bukan maunya pihak pengelola tapi pedagang sendiri yang meminta sebagai bentuk partisipasi, karena pedagang tahu bahwa di kanrerong itu tidak ada anggaran pemeliharaan juga pedagang yang meminta berpartisipasi,” kata Muhammad Said, Senin (8/3/21).

Sehingga itu, Muhammad Said dengan tegas membantah isu tentang adanya pungli di wilayah Kanrerong.

“Saya punya bukti-bukti dan saksi-saksi,” tambahnya.

Dirinya juga menjelaskan adanya pihak-pihak yang diduga misskomunikasi terkait adanya kios yang dianggap baru masuk ke kawasan Kanrerong.

“Kebetulan ada kios waktu itu direlokasi ke Kecamatan ujung Pandang dalam hal ini yang meminta Perusda Provinsi untuk ditempatkan di Latanete Plaza, namun sampai sekarang kios tersebut tidak difungsikan. Akhirnya kami ambil kembali masuk ke kanrerong,” ungkap pria asal Jeneponto ini.

Selain membantah jika dirinya disebut melakukan pungli. Ia mengatakan bahwa penataan PKL Kanre Rong semata-mata upaya kreatif yang dilakukan Pemerintah Kota Makassar melalui proses penetapan lokasi, pemindahan, penertiban dengan tidak melepaskan tanggungjawab agar kepentingan umum tetap terjaga, sosial estetika, kesehatan, ekonomi mandiri, keamanan, ketertiban dan dijamin kebersihannya yang tentu kesemuanya berdasarkan peraturan perundang-undangan.

Terkait status hukumnya yang berproses di Kejari Makassar, Muhammad Said menanggapi dingin.

“Kita percayakan saja ke penegak hukum, intinya saya tidak melakukan pungli,” pungkasnya.

Iapun menghargai kritikan para aktivis atau penggiat LSM yang menyoroti kinerjanya.

“Jangan mami karena ada faktor kepentingan saya disoroti apalagi Walikota Baru. Alhamdulillah sejauh ini kami menjalin komunikasi yang baik terhadap media dan penggiat LSM di Kota Makassar,” tutup Said.

(*)