Kasus Korupsi BOP dinaikkan ke Tahap Penyelidikan oleh Kejari Takalar

[responsivevoice_button voice="Indonesian Female" buttontext="Bacakan "] [responsivevoice_button voice="#" buttontext="Stop"]

 

TAKALAR, MITRAINDONESIAnews.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Takalar meningkatkan status kasus dugaan korupsi atau pemotongan dana berupa Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) dari Kementerian Agama (Kemenag) RI untuk TPA/TPQ Takalar pada tahun anggaran 2020 ke tahap penyelidikan.

“Kasus BOP telah kami limpahkan ke Pidana Khusus (Pidsus) untuk dinaikkan ke tahap penyelidikan,” kata Kajari Takalar Salahuddin melalui Kepala Seksi Intelejen Kejari Takalar Herdiawan Prayudi di ruang kerjanya, Senin (29/3/2021).

Sementara itu Kasipidsus Kejari Takalar Suwarni Wahab mengatakan, berkas kasus dugaan korupsi atau pemotongan dana BOP dari Kemenag RI untuk TPA/TPQ Takalar tersebut telah di terima dari Tim Intelejen Kejari Takalar.

“Berkas perkara kasus dugaan korupsi atau pemotongan dana BOP dari Kemenag RI untuk TPA/TPQ Takalar telah kami terima, sehingga kasus tersebut dalam tahap penyelidikan Pidsus,” ujarnya.

Suwarni Wahab menambahkan bahwa bantuan yang korupsi atau dipotong merupakan BOP tahun 2020 dari Kemenag RI. Bantuan hibah itu diperuntukkan kepada 109 TPA/TPQ untuk memutus penyebaran virus Corona atau Covid-19.

“Bantuan dari Kemenag RI itu dikirim ke rekening masing-masing lembaga Untuk tahun 2020 penyalurannya dilakukan 4 tahap. Setiap TPA/TPQ menerima senilai Rp10 juta kemudian dana itu dipotong mulai dari Rp500 ribu, Rp1,5 juta hingga Rp4 juta,” katanya.
( Ombel )