Apakah koporasi Sahabat Sampoerna itu bank atau Rentenir???

[responsivevoice_button voice="Indonesian Female" buttontext="Bacakan "] [responsivevoice_button voice="#" buttontext="Stop"]

 

GOWA, MITRAINDONESIAnews.com – Ketua DPP Lsm Gempa Indonesia Amiruddin SH.Kr.Tinggi angkat bicara terkait Koperasi Sahabat Sampoerna yang beroperasi di Kota Makassar dan dikabupaten GOWA dimana koporasi Sahabat Sampoerna mencari nasabah seakan akan bunga rendah seperti bunga Bank,karyawan yang mencari nasabah membuat kliennya tergiur karena dikiranya Bank Sampoerna,dan gampang,untuk mendapatkan dana dari Koporasi Sahabat Sampoerna paling gampang,nasabah dibawa saja ke Notaris untuk membuat perjanjian dan membawa sertifikat rumah.

Dibeberapa oleh Amiruddin Sh.Kr Tinggi,bahwa apabila calon nasabah datang ke notaris yang ditunjuk oleh pihak koporasi Sahabat Sampoerna,pihak notaris hanya meminta identitas calon nasabah,setelah itu disuruh tanda tangan yang menurut nasabah apa yang di tanda tangani oleh calon nasabah.dimana Notaris juga tidak membacakan dan tidak menjelaskan kepada calon nasabah dan paling parah lagi pihak notaris tidak memberikan salinan atau turunannya yang ditanda tangani calon nasabah tersebut, sehingga debitur tidak tahu apa yang ditanda tangani didepan notaris notaris seperti diduga notaris nakal dan harus dilaporkan ke Kemenkum Ham, karena tindakan nya diduga modus untuk memperkecil agar debitur tidak dapat keberatan atau menggugat, karena tidak ada sama sekali bukti yang dipegang oleh debitur atau nasabah Koporasi sahabat Sampoerna hanya saja rekening milik Koporasi sahabat Sampoerna yang diberikan kepada debitur untuk ditempati mentransfer pembayaran angsuran.

Lanjut Amiruddin Tanggal 9 April 2021 salah satu nasabah Koporasi sahabat Sampoerna cabang Antang yang bernama per.Hikmawati datang di Kantor Lsm Gempa Indonesia meminta Perlindungan Hukum terkait yang menimpa dirinya,kedatangannya menurut Amiruddin SH.Kr.Tinggi, karena menerima surat Pengadilan Negeri Sungguminasa Perihal Pelaksanaan Eksekusi Pengosongan Perkara Nomor 2/Pdt.Eks/2020/Sungguminasa.

Kata Amiruddin nasabah Koporasi sahabat Sampoerna per. Hikmawati menjelaskan kepada Amiruddin, katanya kaget karena tiba tiba ada surat penetapan eksekusi Pengosongan rumah dari pengadilan Negeri Sungguminasa,sementara Hikmawati tidak pernah tahu bahwa rumahnya sudah dilelang dan sudah di balik nama sertifikat nya kepada atas nama pemenang lelang.

Lanjut Amiruddin Sh.Kr Tinggi Ketua DPP Lsm Gempa Indonesia,bunga uang Koporasi Sahabat Sampoerna itu lebih dua kali lipat,karena Hikmawati menerima uang kredit dari Sahabat Sampoerna Cabang Antang dan pihak koporasi mentransfer ke rekening Hikmawati pada tanggal 28 April 2018 sebesar Rp 330.000.000 ( Tiga Ratus Tiga puluh Juta Rupiah) tetapi yang harus diakui diterima oleh Hikmawati selaku Nasabah sebesar Rp.796.398.000.000 (Tiga Ratus Sembilan puluh Delapan Juta Rupiah) dengan pembayaran angsuran sebesar Rp.13.278.000 ( Tiga belas juta dua ratus tujuh puluh Delapan ribu Rupiah) perbulan dalam jangka waktu 5 tahun (60 hari). Kalau dijumlah secara keseluruhan yang harus dibayar oleh nasabah sebesar Rp.796.680.000 ( Tujuh Ratus Sembilan puluh enam juta Enam Ratus Delapan puluh juta rupiah) bunga nya melebihi dari dua kali lipat.

Amiruddin mengatakan kepada awak media,Bahwa koporasi Sahabat Sampoerna diduga Rentenir berdasi,karena bunga uang nya lebih dari dua kali lipat yang sangat bertentangan dengan Peraturan Perbankan.

Hasil investigasi Lsm Gempa indonesia bahwa mengatakan bahwa koporasi Sahabat Sampoerna banyak korbannya tapi susah untuk melapor karena tidak ada pegangannya,pegangannya hanya nomor rekening milik Koporasi sahabat Sampoerna,surat yang ditanda tangani dinotaris tidak diberikan satu lembarpun.

Amiruddin menjelaskan lagi sudah dua orang nasabah Koporasi sahabat Sampoerna yang menjadi korban yang Lsm Gempa Indonesia ketahui yaitu per. Hikmah dan lelaki Kamaluddin keduanya warga Desa Jenetallasa Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa,modus sama, kasus ini harus dilaporkan kepolisi ,ke Kementrian Koporasi, OJ dan ke Kementrian Keuangan RI ,karena bunga uang yang dua kali lipat dari pokok dimana lagi diduga bekerja sama dengan Notaris,tidak sesuai uang diterima dengan uang yang harus di bayar,karena ada potongan 80 juta Rupiah dengan alasan pihak koporasi adalah pembayaran administrasi

 

AmiruddiSh.Kr Tinggi menjelaskan lagi bahwa pihak debitur tidak pernah berurusan dengan bank,kenapa bisa dilelang, yang ada hubungan hukumnya adalah koporasi dengan debitur,tidak pernah berhubungan dengan pihak Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang ( KPKNL) artinya tidak ada pemberitahuan lelang,sekarang ada surat penetapan pengosongan rumah dari Pengadilan Negeri Sungguminasa rencana akan dilakukan eksekusi Pengosongan rumah tanggal 12 April 2021,pihak pengadilan juga tidak pernah memberikan surat teguran atau (anmanning ) kepada Nilawati, harapan ketua DPP Lsm Gempa Indonesia kepada masyarakat sulawesi selatan agar hati hati berurusan dengan koporasi yang tidak transparan karena Kalau bank yang betul betul bank memberikan kredit kepada debitur tidak pernah membawa nasabah nya ke notaris untuk tanda tangan yang tidak ditahu tujuan nya,cukup memasukkan saja agunan sertifikat,kenapa koporasi Sahabat Sampoerna menyuruh calon nasabah nya membawa jaminan sertifikat nya ke Notaris dan disuruh tanda tangan tanpa dibacakan dan dijelaskan AmAmiruddin penuh tanya.