Kelompok Nelayan Sinar Serang Diduga Jadi Lahan Korupsi

[responsivevoice_button voice="Indonesian Female" buttontext="Bacakan "] [responsivevoice_button voice="#" buttontext="Stop"]

Pinrang mitraindonesanews.com – Sejumlah anggota kelompok nelayan “Sinar Serang” Kampung Serang Kelurahan Data Kecamatan Duampanua Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan (Sulsel) Keberatan setelah mengetahui kelompoknya menerima bantuan nelayan berupa alat tangkap Tahun Anggaran 2020 lalu.

Warga nelayan ini keberatan karrna bantuan untuk kelompok berupa perahu satu unit lengkap dwngan mesin pendorong (Katinting) juga sedikit Jaring (Pukat) untuk digunakan melaut justru dikuasai ketua Kelopok cs.

Ilyas salah satu anggota kelompok nelayan Sinar Serang kepada wartawan mengatakan “Saya sangat kecewa dan keberatan karna tidak memperoleh pembagian bantuan alat tangkap nelayan dari kelompok padahal saya membayar dengan tunai kepada ketua kelompok sebelum bantuan tersebut diserahkan dari Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Pinrang tahun lalu, 2020 ,” Kata Ilyas keberatan.

Lanjut Ilyas mengungkapkan “Menurut penilaian saya, patut diduga telah terjadi kongkalikong antara ketua kelompok dengan oknum pihak dinas perikanan dan kelautan Pinrang pasalnya, anggaran sebesar 48 jutaan rupiah itu dinilai tidak sebanding jumlah pembelian barang yang diserahkan kepada kelompok sebab, setelah kami bersama beberapa anggota kelompok melakukan cek harga di toko nelayan dan mengunjungi tempat pembuatan perahu perikanan di Desa Ujung Lero Kecamatan Suppa Pinrang telah kami dapatkan keterangan bahwa harga khusus perahu nelayan tersebut hanya lebih 10 juta rupiah dan malah kami taksir anggaran yang digunakan secara keseluruhan itu hanya berkisar Rp.25 jutaan saja ,”Ungkap Ilyas.

Hal senada juga di katakan Arbi Anggota kelompok nelayan Sinar Serang, Arbi Kepada Wartawan mengatakan “Saya bersama teman lainnya sudah mengumpulkan keterangan untuk perbandingan harga barang khusus untuk kebutuhan nelayan guna membandikan anggaran dengan jumlah barang yang di adakan oleh pihak dinas perikanan Pinrang dan hasilnya, dapat kami indikasikan adanya dugaan korupsi terkait pengadaan barangnya sebab, harga barang di salah satu toko nelayan di Pinrang harganya tidak sesuai padahal, sampel harga toko ini adanya di daerah Pinrang sedangkan harga pembelian grosir di Makasar tentu lebih murah lagi ,”Tutur Arbi yang diamini beberapa warga lainnya.

Kaharuddin selaku Kepala Bidang (Kabid) di Dinas Perikanan dan Kelautan Pinrang yang membawahi kelompok nelayan yang hendak di konfirmasi di ruang kerjanya, kantor Dinas Perikanan dan Kelautan Pinrang belum.lama ini, sedang tidak berada di tempat.

Dugaan Mark Up Anggaran yang berimplikasi korupsi ini telah dilaporkan kepada pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Pinrang.

Kasi Intel Kejari Pinrang, Tomy Aprianto kepada awak Media mengatakan “Kami akan melakukan Pengumpulan Bahan Keterangan (Pulbaket) sebagai dasar pegangan kami untuk melakukan penyelidikan terhadap masalah tersebut, jadi nanti kami cari dulu bahannya yang bisa dijadikan alat bukti berupa administrasi agar kami dapat melakukan tugas penyelidikan dan tentu bahan yang kami perlukan adalah Proposal Kelompok yang digunakan untuk memohon bantuan nelayan tersebut, dan setelah kami dapatkan bahannya, kemudian kami akan melakukan penyelidikan ,” Kata Kasi Intel Kejari Pinrang.

Sehingga berita ini diterbitkan, “warga nelayan berharap kepada pihak penegak hukum agar dapat menindak lanjuti dugaan korupsi Anggaran bantuan nelayan tersebut.

Sebagai catatan, kelompok nelayan yang memperoleh Anggaran T.A 2020 adalah 85 kelompok dan diduga keras mengalami hal yang sama”. (Saleh/Saenal).