Program 100 Hari Kerja, Bupati Maros Luncurkan Bantuan Dana Bergulir Bagi UMKM

[responsivevoice_button voice="Indonesian Female" buttontext="Bacakan "] [responsivevoice_button voice="#" buttontext="Stop"]

MAROS – mitraindonesian news.com – Bupati Maros AS Chaidir Syam mulai merealisasikan janji-janjinya saat berkampanye pada Pilkada 2020 lalu. Salah satunya kemudahan akses bantuan dana usaha bagi pelaku Usaha Mikro dan Kecil Menengah (UMKM).

Peluncuran program ini digelar di Tribun Lapangan Pallantikang Senin (12/4/2021). Bantuan dana bergulir ini diberikan ke pelaku UMKM untuk mendukung pemulihan ekonomi pada masa pandemi Covid-19. Tahap pertama dana bergulir ini bekerjasama dengan Bank Sulselbar dengan nilai yang bervariasi antara Rp25 juta sampai Rp245 juta.

Beberapa usaha yang mendapat dana bergulir yakni usaha warung kopi, usaha makanan dan lainnya. “Untuk tahap awal ada enam pelaku usaha UMKM. Bedanya dengan kredit yang lain bunganya sangat kompetitif atau rendah sehingga tidak membebani pelaku UMKM,” ujar Chaidir.

Chaidir Syam berharap, bantuan ini dapat dimanfaatkan oleh UMKM agar tetap bertahan ditengah pandemi Covid-19.

“Kita tahu wabah Covid-19 menghantam perekonomian nasional dan termasuk Maros juga terkena imbasnya, Segingga diharapkan bantuan dana bergulir ini dapat menggerakkan perekonomian masyarakat Maros,” paparnya.

Selain itu, juga diserahkan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) dari Presiden RI sebesar Rp1,2 juta. Bantuan ini diberikan kepada 356 pelaku usaha mikro. Berbeda dengan dana bergulir, BPUM ini bukan merupakan pinjaman dan tidak perlu dikembalikan.

“Harapan kami, pemberian bantuan ini dapat membantu pelaku UMKM menjalankan usahanya di tengah krisis dalam rangka program pemulihan ekonomi nasional,” jelas Chaidir.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan ( Kopumdag) Kamaluddin menuturkan, untuk tahap pertama BPUM diberikan kepada 340 pelaku usaha. “Jumlah ini biasanya bertambah pada tahap selanjutnya,” ujar Kamaluddin.

Sedangkan penerima BPUM tahun 2020 khusus kabupaten Maros sebanyak 3.327 yang terdiri dari berbagai pengusul yakni pegadaian, PNPM, perbankan, serta Koperasi UMKM dan Perdagangan (Kopumdag).

“Kalau usulan Kopumdag tahun lalu ada 12.600 pelaku UMKM namun hanya 918 yang terealisasi. Semoga tahun ini semua usulan kami bisa terealisasi sehingga program pemulihan ekonomi nasional dapat berjalan normal,” pungkasnya. (Ismar)