Eksekusi rumah di Perumahan Pallangga Mas dua, Polisi Polsek Pallangga mengamankan Barru Dg Mangung karena membawa Sajam justru ada apa dibebaskan ???.

[responsivevoice_button voice="Indonesian Female" buttontext="Bacakan "] [responsivevoice_button voice="#" buttontext="Stop"]

 

GOWA, MITRAINDONESIAnews.com – Ketuaua DPP Lsm Gempa Indonesia Amiruddin.SH Kr.Tinggi angkat bicara terkait eksekusi rumah di perumahan Pallangga Mas Dua Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa,dimana eksekusi dilaksanakan pada hari senin tanggal 12 April 2021,eksekusi berjalan lancar,aman, tertip dan terkendali,pihak tereksekusi rela dibacakan penetapan eksekusi sekalipun pihak tereksekusi merasa tidak puas atas tindakan koporasi Sahabat Sampoerna Cabang Antang tidak mengikuti mekanisme penyitaan rumah nasabahnya.

Menurut Amiruddin.SH Kr.Tinggi Ketua DPP Lsm Gempa Indonesia kepada awak media,eksekusi berjalan lancar tidak ada hambatan dari pihak tereksekusi,disayangkan dari pihak pelaksana eksekusi ,massa yang diduga didatangkan oleh pihak Pemohon eksekusi didapat membawa senjata tajam berupa sebilah Badik.

Dijelaskan oleh Kr.Tinggi, karena Lel.Barru Dg.Mangung tiba tiba mau mencabut badik didepannya sementara banyak petugas melihat tetapi petugas tidak mengambil senjata tajam milik Barru Dg.Mangung,nanti setelah Amiruddin.SH menyuruh petugas polisi untuk mengamankan Barru Dg.Mangung bersama badiknya baru anggota polisi bertindak untuk mengamankan badik dan pemiliknya dipolsek Pallangga.

Amiruddin sangat menyayangkan aparat penegak hukum (Polsek Pallangga) mengabaikan dan tidak melaksanakan Undang undang Darurat Nomor 12/1951 tentang Lembar Negara Republik indonesia ,memiliki membawa sajam berupa badik.

Amiruddin menjelaskan lagi bahwa namanya sajam (senjata tajam dibawa tanpa ijin) untuk penjaga diri pasti melanggar hukum.

Barru Dg.Mangung pemilik senjata tajam sempat diamankan dipolsek Pallangga tetapi pada malam rabu kemarin Pemilik senjata tajam dikeluarkan dipolsek Pallangga.

Kami selaku kontrol sosial sangat khawatir dalam rangka penegakan hukum diwilayah hukum Polsek Pallangga bahkan khawatir akan memberi peluang dan isyarat masyarakat membawa benda tajam,seharusnya Barru Dg Mangung yang diamankan oleh petugas polsek Pallangga karena kedapatan membawa benda tajam harus diproses berdasarkan Undang Undang darurat ( Lembaran Negara Republik Indonesia) untuk memberi efek jera kepada Barru Dg.Mangung yang dikenal sebagi preman,apalagi Barru Dg.Mangung itu pernah melakukan penikaman lagi tapi dilakukan perdamaian dengan korbannya.

Maksud Amiruddin Barru Dg.Mangung harus diproses karena polisi sendiri yang temukan sajam (badik)dipinggang Dg.Mangung kenapa dilepaskan dan dibebaskan,seharusnya dihukum berdasarkan UU Dry Nomor 12/1951 pasal 2 ayat (1) ancaman hukuman nya paling lama 10 tahun Penjara .

Dibebaskannya Barru Dg.Mangung dipolsek Pallangga dengan kasus membawa sajam (Badik) tanpa izin yang melanggar UU darurat itu Amiruddin.SH.Kr.Tinggi ketua DPP Lsm Gempa Indonesia akan melaporkan Kapolsek Pallangga Ke Polda Sulsel secepatnya apabila tidak menangkap kembali Barru Dg.Mangung dan memproses sesuai hukum yang berlaku karena dinilai tidak menjalankan Fungsi tugas selaku Penegak hukum,melanggar kode etik diduga menyalahgunakan wewenang dan jabatan selaku Penegak hukum dan tidak dapat lagi dipercaya untuk membrantas Premanisme tutur Amiruddin kepada awak media.