Roti canai Khas India Banyak di Gemari Masayrakat Sebatik, Perbatasan

[responsivevoice_button voice="Indonesian Female" buttontext="Bacakan "] [responsivevoice_button voice="#" buttontext="Stop"]

NUNUKAN, Mitraindonesianews- Menyisiri pulai Sebatik Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara (KALTARA), yang biasa di kenal dengan pulau perbatasan antara Indonesia dan Malaysia, kini dalam bulan suci ramdhan saya beserta team tak ingin ketingalan mencoba mencari kuliner yang banyak di gemari oleh warga sebatik.

Dalam pantauan awak dan mediarestorasi kini kami mencoba Kuliner yang sangat murah dan gurih rasanya yaitu Roti canai, dan kami pun mencoba mendalami kuliner tersebut

Asal muasalnya masih menjadi misteri, namun yang pasti roti berbentuk lingkaran ini memiliki sejarah panjang dengan nama yang beragam di berbagai macam negara. Sebagian mengatakan roti ini berasal dari India dan diberi nama RotiCane karena berasal dari Chennai (Madras, India). Di negara lain, roti ini disebut Prata(Malaysia, Singapura), Palata (Myanmar), atauFarata (Mauritius). Di negara Eropa makanan ini dikenal sebagai Flying Bread (Roti Terbang),sedang di Cina dinamai Yin Du Jiang Bing yang berarti Biskuit Panggang India.

Roti canai merupakan makanan populer disana. Aslinya roti ini dimakan dengan dhal . Terkadang ditaburi gula atau susu kental manis. Namun seiring dengan kondisi budaya dan selera, maka bermunculan jenis canailainnya. Seperti roti telur, roti tisu, roti bawang, roti boom, roti planta, roti sardin, roti kaya, roti cheese dan lain sebagainya. Pendampingnyapun bisa berupa kari ayam, kari daging, kari kambing atau campur. Roti canai banyak dijual diwarung-warung kakilima maupun rumah makan mamak (India muslim). Pendek kata roti canai menjadi makanan universal, khususnya keturunan India maupun Melayu Yang berada di tawau Malaysia.

Saat di konfirmasi awak media salah satu pedagan warung rumah Makan DIMAN 354 Tepatnya di Pancang Tengah, mengaku sudah lama menjalani usaha kuliner yang sederhana dan enak ini,

Processed with Focos

Pak Diman tak berhenti memipihkan adonan kemudian menuangnya di wajan pipih berbentuk lingkaran dengan kondisi minyak yang sedikit, Setelah dibalik, adonan tepung lapisan kulit roti canai yang masih panas tersebut kemudian dipindahkan di meja yang berlapis plastik dan di tepuk dengan keras agar bisa menimbulkan lapisan yang terpisah di bagian dalam.

“Alhamdulillah tangan sudah kebal menepuk roti canai yang panas ini, dan di sebatik ini banayak di gemari oleh masyarakat tidak dari orang tua ataupun yang mudah semua pada suka dengan canai ini, karna harganya juga sangat murah, mualai dari harga 2.500 rupiah / 1 keping , terkadang pelangan membeli mulai dari 5.000 samapai (2 keping) – 10.000 an dengan jumlahnya 4 keping / porsinya “ ucap pemilik RM DIMAN

Lisa, seorang warga Sebatik, mengaku sering membeli roti canai karena seluruh keluarganya menyukai rasa gurih dari roti canai buatan pak DIMAN . Dia mengaku, membeli roti canai untuk berbuka puasa

“Alhamdulillah Kaka saya suka sekali , karna rasanya gurih canainya tipis Enak di makan pada saat panas apa lagi di seduh kan dengan kari ayamnya, saya suka karna keluarga saya sering beli mulai dari ayah, adik, sepupu dan nenek saya suka semua dengan kuliner ini “ ujar Lisa

Lanjut pemilik RM DIMAN, memang canai ini untuk area sebatik sudah umum dan banyak peminatnya, karena dari harga nya juga murah, gurih dan enak di buat cemilan untuk sarapan pagi dan sore untuk berbuka puasa, dan utmanha di makan saat masi hangat pasti sangat gurih

“Kami juga berharap semoga dengan udaha ini kami selalu di berikan kelancaran dan buat masyarakat sebatik yang ingin cicipi canai bisa datang ke RM kami”tutup DIMAN (Jay)