Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Harus dilaksanakan Oleh JPU

[responsivevoice_button voice="Indonesian Female" buttontext="Bacakan "] [responsivevoice_button voice="#" buttontext="Stop"]

 

GOWA, Mitraindonesianews.com – Ketua DPP Lsm Gempa Indonesia Amiruddin.SH Kr.Tinggi berharap kepada kepala kejaksaan Negeri Kabupaten Gowa agar dapat melaksanakan Putusan Mahkamah Agung terhadap terpidana bapak camat Biringbulu melakukan eksekusi penahanan dalam rumah tahanan Negara (Rutan) sesuai isi putusan .

Amiruddin Sh.Kr Tinggi selaku kontrol sosial mengatakan kepada awak media saat ditemui disalah satu warkop disingguminasa,bahwa untuk melaksanakan putusan Mahkamah Agung melakukan eksekusi penahanan terhadap bapak Camat Biringbulu Kabupaten Gowa yang ditolak kasasinya oleh Mahkamah Agung adalah untuk menjadi contoh kepada rakyat Kabupaten Gowa utamanya masyarakat Biringbulu bahwa tidak ada orang kebal hukum siapapun dia,dan sekaligus untuk menegakkan supremasi hukum diwilayah hukum Kejaksaan Negeri Kabupaten Gowa.

Kini bapak Camat Biringbulu Kabupaten Gowa melakukan upaya hukum luar biasa yaitu mengajukan permohonan peninjauan kembali (PK) tetapi melakukan upaya hukum luar biasa itu tidak menghalangi jalannya eksekusi (penahanan) kata Amiruddin.SH Kr Tinggi yang gigih selalu berpihak kepada kebenaran.

Kr.Tinggi berharap dan mengapresiasi kepala kejaksaan Negeri Kabupaten Gowa,karena menurut Kejari sudah melakukan pemanggilan terhadap diri bapak Camat Biringbulu (terpidana putusan Mahkamah Agung) dan apabila tidak dapat hadir dengan panggilan Jaksa,maka kepala kejaksaan Negeri Kabupaten Gowa dalam whatsapp yang ditujukan kepada Ketua DPP Lsm Gempa Indonesia melakukan upaya paksa.

Dikatakan lagi Amiruddin,bahwa bapak Camat Biringbulu harus harus menerima kenyataan, bahwa tidak ada orang kebal hukum siapapun karena Indonesia adalah Negara hukum dan hukum adalah Panglima kata Amiruddin ke awak media.

Amiruddin juga berharap kepada jaksa penuntut umum yang menangani kasus bapak Camat Biringbulu agar tidak terkesan kepada publik bahwa ada permainan antara terpidana dan jaksa pada kejaksaan Negeri Kabupaten Gowa selaku eksekutor,maka secepatnya lakukan eksekusi (penahanan) untuk melaksanakan putusan Mahkamah Agung tutupnya.