Oknum Karyawan SPBU Palia Halangi Tugas Wartawan

[responsivevoice_button voice="Indonesian Female" buttontext="Bacakan "] [responsivevoice_button voice="#" buttontext="Stop"]

Pinrang mitraindonesianews.com – Aksi tengkulak luar daerah yang kerap menguras Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diduga bekerjasama dengan operator SPBU makin membuat kelangkaan BBM di Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan.

Terkesan tak ada yang mereka takuti, baik pihak kepolisian yang bisa memprosesnya ataupun Wartawan yang melaksanakan tugas pengawasan bahkan salah seorang operator SPBU Palia berinisial U, diduga menghalangi tugas Wartawan saat mengambil dokumentasi pengisian Premium menggunakan jergen di SPBU Palia, Jum’at 04/06-2021.

Hal itu melanggar Undang Undang No.40 Tahun 1999 Tentang Pers Nasional Pasal 18 ayat ( 1 ) berbunyi, Menghambat, menghalang tugas Wartawan dalam mencari informasi untuk dijadikan suatu berita dipidana penjara 2 tahun denda Rp:500,000,000,- (Lima Ratus Juta Rupiah).

Ada yang aneh dalam kegiatan para Tengkulak BBM tersebut pasalnya, nyaris tak ada tindakan dilakukan pihak berwajib untuk menghentikan ulah mereka yang telah membuat keresahan warga utamanya pemilik Kendaraan yang kesulitan mendapatkan premium dan kalaupun ada Premium tapi harus ikut antrean panjang.

Banyak pihak di pinrang berharap kiranya Kepolisian Polres Pinrang bisa ambil tindakan kepada pihak SPBU dan para tengkulak yang sedianya bekerjasama menguras BBM di beberapa SPBU.

Khusus di SPBU Palia, BBM jenis Premium di kuras dengan ulah oknum karyawan SPBU memfasilitasi tengkulak BBM dengan pengisian Premium menggunakan jergen yang di ambil dari SPBU Palia kemudian dibawa untuk di sembunyikan di semak semak di salah satu lokasi tak jauh dari SPBU Palia selanjutnya di serahkan kepada para Tengkulak.

Ulah operator SPBU tersebut telah merugikan warga Pinrang utamanya pemilik kendaraan dan hal itu melanggar ketentuan Undang Undang Minyak Bumi dan Gas (Migas).

Sehingga berita ini diterbitkan, masyarakat berharap aparat kepolisian Polres Pinrang dapat segera menindak pihak pihak yang terlibat. (Tim)