Pemkab Takalar di Guncang Unjuk Rasa Dua Hari Berturut Turut

[responsivevoice_button voice="Indonesian Female" buttontext="Bacakan "] [responsivevoice_button voice="#" buttontext="Stop"]

 

TAKALAR, MITRAINDONESIAnews.com – Dua hari Berturut-turut Pemerintah Kabupaten Takalar di guncang aksi unjuk rasa (Unras) terkait pemadangan lampu penerangan jalan yang terkesan pemerintah tidak peduli dengan kota Takalar yang terlihat begitu galap gulita di malam hari

Hal ini diungkapkan Ketua LSM PEMANTIK Rahman Suwandi Jum’at 11/06/2021

Menurut Rahman Suwandi adanya pemutusan penerangan lampu jalan selama kurang lebih 4 bulan di wilayah kabupaten takalar yang dilakukan pihak PLN Persero Rayon Takalar Sulawesi Selatan, dikarenakan Pemkab Takalar tidak membayar tunggakan Pajak penerangan jalan (PPJ) sehingga pengunjuk rasa yang tergabungan di himpunan mahasiswa Takalar (Hipermara ) gelar aksi unjuk rasa di depan kantor bupati Takalar, depan kantor Kejaksaan Takalar dan gedung DPRD Takalar.

Lanjut kata Rahman, ” ini bukti bahwa pemerintah terkesan tidak peduli butta panranuanta yang sebelumnya begitu bersinar, dan terang menderan dimalam hari.pada hal diketahui bahwa lampu penerangan jalan masyarakat atau rakyak takalar tiap bulan dipungut atau dibebangi 10/% dari total pembayaran rekening listrik yang jumlah kurang lebih Rp.640 juta yang PLN setor ke kas daerah setia tanggal 17 setiap bulannya . sementara Pemkab Takalar tidak membayarkan tunggakan PJU

” melihat dari sekarang, hitungan sudah kurang lebih 2 milyar rupiah pihak PLN menyetor ke kas Pemkab.sehingga kami minta Aparat penegak hukum (APH) baik polres maupun kejaksaan agar kiranya bisa mengungkap dugaan penyelewengan uang masyarakat atau rakyat yang selama ini dipungut atau dibebangi 10/% oleh pihak PLN.ujarnya.

Diketahui himpunan mahasiswa Takalar gelar unjuk rasa karena pihak pemerintah kabupaten takalar dan pihak PLN Persero tidak transparan.

Ombel